Ditemukan Protein Penumbuh Rambut - Kompas.com

Ditemukan Protein Penumbuh Rambut

Kompas.com - 04/08/2008, 11:01 WIB

PERNAHKAH Anda berpikir dan membayangkan bagaimana rambut bisa tumbuh dari bawah kulit dan kemudian memanjang? Mencari jawaban tentang pertumbuhan rambut memang masih menjadi misteri, bahkan bagi para ahli sekalipun.

Pertumbuhan rambut sejauh ini diduga sebagai suatu sistem kompleks melibatkan pengiriman sinyal-sinyal kimia kepada folikel rambut. Sinyal itulah yang akan memerintahkan kapan folikel harus menumbuhkan rambut dan kapan harus berhenti. Tetapi, semua ini pun menjadi teka-teki besar yang belum dapat diuraikan.

Upaya untuk memecahkan misteri ini terus dilakukan para ilmuwan di dunia dengan berbagai riset. Sejumlah peneliti dari Universitas Stanford, Harvard Medical School, Universitas Osaka, dan Universitas Washington misalnya, belum lama ini mengklaim penemuan suatu jenis protein yang mungkin dapat menjadi kunci penting dalam mengurai misteri pertumbuhan rambut.  

Dalam riset yang menggunakan tikus di laboratorium, para ahli berhasil menemukan pentingnya peran sejenis molekul yang disebut laminin-511. Protein ini menunjukkan aktivitasnya mengirimkan sinyal kepada sel-sel untuk merangsang pertumbuhan folikel rambut .

“Sekarang kami memiliki sejenis sinyal protein yang dapat mendukung lingkungan mikro untuk perkembangan rambut, dan bahkan mungkin untuk pertumbuhan rambut baru," ungkap pimpinan riset Jing Gao MD seperti dikutip WebMD.

Peneliti yakin bahwa protein pengirim sinyal kimia ini juga memainkan  peran penting dalam mengatur bagaimana organ tubuh lainnya seperti ginjal, mata, telinga, hidung, dan wajah untuk tumbuh dan berkembang. Protein ini, kata mereka, mungkin juga menjadi instrumen yang menginstruksikan kepada tubuh bagaimana membentuk tangan atau kaki.

Seperti dimuat jurnal Genes & Development edisi 1 Agustus, dalam risetnya para ahli melakukan rekayasa genetik untuk menciptakan embrio-embrio tikus sehingga binatang pengerat ini mengalami kekurangan laminin-511.

Ketika mamalia ini berkembang, para ahli menemukan molekul laminin-511 mampu bertindak sebagai tuan rumah yang baik seperti halnya di sebuah pesta. Molekul ini dapat dianalogikan sebagai tuan rumah yang mampu mempertemukan tamu-tamu sehingga mau berbaur dan berbicara satu sama lain.

Pada kasus ini, kata para peneliti, molekul mampu menyelaraskan dua kompartemen sel kulit. Sel-sel ini saling berkomunikasi dan memicu hadirnya informasi spesifik yang berujung pada tumbuhnya folikel rambut.

"Ada banyak sekali penyabab rontoknya rambut. Riset-riset selanjutnya akan menguji apakah bentuk-bentuk kerontokan rambut juga dipengaruhi oleh laminin-511. Menyuntikan laminin-511 ke dalam kulit, dalam baberapa keadaan tertentu, mungki dapat merangsang pertumbuhan rambut," kata Peter Marinkovich dari Program Epithelial Biology, Universitas Stanford.

Jika mekanisme tersebut berjalan sesuai harapan, Marinkovich menyatakan ada kemungkinan laminin-511 digunakan sebagai obat, dengan cara disuntikan di bawah permukaan kulit tempat  pertumbuhan rambut diinginkan. Mekanisme itu juga memungkinkan untuk memblok pertumbuhan rambut dengan cara menyuntikan antibodi yang menghalangi kerja laminin-511.    


Editor

Terkini Lainnya

Kasus Suap Bupati Halmahera Timur, KPK Periksa Tiga Saksi

Kasus Suap Bupati Halmahera Timur, KPK Periksa Tiga Saksi

Nasional
Perjuangan Ibu Kendarai Motor Sambil Gendong Bayi 9 Bulan untuk Urus KJP ke Kantor Wali Kota Jaksel

Perjuangan Ibu Kendarai Motor Sambil Gendong Bayi 9 Bulan untuk Urus KJP ke Kantor Wali Kota Jaksel

Megapolitan
Hanura Jagokan Wiranto, PKB Tetap Ajukan Cak Imin Jadi Pendamping Jokowi di 2019

Hanura Jagokan Wiranto, PKB Tetap Ajukan Cak Imin Jadi Pendamping Jokowi di 2019

Nasional
Di Rakernas, PDI-P Bahas 5 Strategi Pemenangan Partai

Di Rakernas, PDI-P Bahas 5 Strategi Pemenangan Partai

Nasional
Ketua Fraksi PDI-P: Penutupan Jalan Jatibaru Kebijakan 'One Man Show'

Ketua Fraksi PDI-P: Penutupan Jalan Jatibaru Kebijakan "One Man Show"

Megapolitan
Trump dan Asosiasi Senapan AS Desak Warga Beli Senjata Api

Trump dan Asosiasi Senapan AS Desak Warga Beli Senjata Api

Internasional
Mengingat 10 Bulan Perjalanan Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Mengingat 10 Bulan Perjalanan Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Megapolitan
Makna Motif Air Mengalir pada Dinding Underpass di Lebak Bulus

Makna Motif Air Mengalir pada Dinding Underpass di Lebak Bulus

Megapolitan
Golkar Akui Butuh Waktu untuk Alihkan Dukungan Konstituen dari Prabowo kepada Jokowi

Golkar Akui Butuh Waktu untuk Alihkan Dukungan Konstituen dari Prabowo kepada Jokowi

Nasional
Diduga Gangguan Jiwa, Emak yang Gigit Polisi Dititipkan di Rumah Sakit

Diduga Gangguan Jiwa, Emak yang Gigit Polisi Dititipkan di Rumah Sakit

Regional
Golkar Optimistis Basis Pemilih Prabowo Akan Memilih Jokowi di 2019

Golkar Optimistis Basis Pemilih Prabowo Akan Memilih Jokowi di 2019

Nasional
Menengok Cantiknya 'Underpass' di Perempatan Lebak Bulus

Menengok Cantiknya "Underpass" di Perempatan Lebak Bulus

Megapolitan
'Pisang Seribu' di Sawangan Kerap Ditawar dengan Harga Ratusan Ribu

"Pisang Seribu" di Sawangan Kerap Ditawar dengan Harga Ratusan Ribu

Megapolitan
AS Bakal Berikan Paket Sanksi Baru ke Korea Utara

AS Bakal Berikan Paket Sanksi Baru ke Korea Utara

Internasional
Empat Tersangka dan Barang Bukti 1,6 Ton Sabu Dibawa ke Mabes Polri Hari Ini

Empat Tersangka dan Barang Bukti 1,6 Ton Sabu Dibawa ke Mabes Polri Hari Ini

Regional

Close Ads X