BANGKOK, MINGGU - Perdana Menteri Thailand Samak Sundaravej mengumumkan hasil perombakan kabinetnya Minggu (3/8) ini. Langkah tersebut diambil untuk meredam gelombang kritik terhadap kegagalan pemerintahnya dalam menangani isu politik dan ekonomi.
Perombakan kabinet ini diumumkan saat ribuan demonstran terus melancarkan unjuk rasa di Bangkok untuk menyerukan pengunduran diri Samak Sundaravej. Pemerintah Samak Sundaravej mengumumkan Jumat (1/8) bahwa tingkat inflasi telah mencapai 9,2 persen atau tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir akibat lonjakan harga pangan dan bahan bakar.
"Sungguh mengecewakan apabila memperhatikan daftar kabinet yang baru," kata Abhisit Vejjajiva, pemimpin Partai Demokrat yang oposisi. "Kabinet baru tersebut tidak dapat menjawab harapan masyarakat Thailand akan perbaikan ekonomi," tambahnya.
Perombakan kabinet Samak Sundaravej mencakup 11 jabatan, termasuk jabatan penting seperti menteri dalam negeri, perdagangan, serta industri. Chaiya Sasomsup, yang beberapa pekan terakhir dicopot dari jabatan menteri kesehatan, kembali bergabung dengan kabinet dengan jabatan menteri perdagangan.
Kenyataan ini mengemuka meskipun Chaiya Sasomsup dinilai telah melanggar ketentuan konstitusi karena tidak dapat mengungkapkan secara rinci daftar kekayaan istrinya. Sementara Mingkwan Saengsuwan, yang dinilai tidak kompeten menjalankan tugas sebagai menteri perdagangan, dialihtugaskan sebagai menteri industri.

