Laporan wartawan Kompas Suhartono
JAKARTA, SABTU - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar, Sabtu (2/8), mengisyaratkan dirinya masih ingin mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pemilu 2009.
Isyarat itu disampaikan Jusuf Kalla saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) di Jakarta Convention Centre, Sabtu (2/8) siang. Hadir dalam acara itu, Presiden PDK Ryaas Rasyid bersama jajaran pengurus dan ratusan kader PDK yang mengenakan jas berwarna putih.
"Setelah reformasi ini, pemerintahan Presiden BJ Habibie hanya 1,5 tahun. Sedangkan pemerintahan Abdurrahman Wahid berlangsung 2 tahun. Pemerintahan Ibu Megawati Soekarnoputri tiga tahun. Mudah-mudahan pemerintahan SBY-JK cukup lima tahun. Ini, artinya bisa diperpanjang," ujar Jusuf Kalla yang disambut tepuk tangan massa PDK.
Jusuf Kalla kemudian menambahkan, "Akan tetapi, semua ini tergantung PDK-lah." Tepuk tangan kembali bergemuruh.
Hingga kini, Jusuf Kalla belum dapat dikonfirmasi apakah pernyataannya itu isyarat bahwa dirinya akan berpasangan lagi dengan Presiden Yudhoyono seperti dalam Pemilu 2004 lalu? Sejauh ini, Jusuf Kalla selalu menolak untuk pencalonan presiden dan wapres di Pemilu 2009.
Alasannya, Jusuf Kalla menunggu hasil Pemilu Legislatif dan baru menentukan sikap dalam Pemilu Presiden dan Wapres dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar. Termasuk, ketika ditawarkan berpasangan kembali bersama Presiden Yudhoyono oleh DPP Generasi Muda Demokrat, onderbouw Partai Demokrat beberapa waktu lalu, Kalla belum bisa menjawab tawaran tersebut. (HAR)

