Laporan Wartawan Kompas : Madina Nusrat
WONOSOBO, KAMIS - Menghadapi ancaman baby boom atau ledakan kelahiran di Indonesia, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Sugiri Syarief bersama Pemerintah Kabupaten Wonosobo mencanangkan kebangkitan gerakan Keluarga Berencana di Alun-Alun Kabupaten Wonosobo, Kamis (31/7).
Pencanangan itu juga sekaligus untuk menghadapi permasalahan sosial saat ini, terutama kemiskinan dan kelaparan. Dalam sambutannya, Sugiri mengatakan, bila permasalahan kependudukan Indonesia tak ditangani dengan serius, dengan sendirinya akan menyulitkan kehidupan sosial maupun ekonomi setiap keluarga.
"Oleh karena itu, program KB harus kita garap serius agar tak terjadi ledakan penduduk," katanya.
Untuk menyukseskan pencanangan kebangkitan KB itu, BKKBN juga ikut menggandeng artis Ratna Listy sebagai duta KB. Dalam acara pencanangan itu, Ratna Listy ikut hadir dan mengikuti pemasangan implan atau susuk KB di RSUD Setjonegoro Kabupaten Wonosobo sebagai alat kampanye KB kepada masyarakat.
Sugiri mengakui, tantangan untuk mencanangkan kebangkitan program KB kembali bukanlah tugas yang ringan di tengah era otonomi daerah. Menurutnya, dengan sistem pemerintahan desentralisasi, setiap pemerintah kabupaten memiliki kewenangan menentukan program prioritas yang akan dijalankan, termasuk program KB.
"Masalahnya, belum semua pemerintah kabupaten mempunyai persepsi dan pemahaman yang sama tentang pentingnya program KB," katanya.
Untuk menanganinya, Sugiri mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan dana untuk menambah tenaga penyuluh lapangan KB atau PLKB sampai 13.000 orang. Jumlah itu akan menambah jumlah PLKB sekarang ini yang hanya 21.000 orang menjadi 35.000 orang.
"Diharapkan, dengan adanya penambahan ini, satu orang tenaga PLKB tak lagi melayani empat desa, tetapi cukup untuk dua desa. Mobilitas mereka untuk mengunjungi setiap desa juga akan kami bantu dengan sepeda motor," paparnya.
Selain itu, pihaknya juga akan berusaha mendorong para bupati maupun wali kota agar dapat menempatkan program KB sebagai program pembangunan yang prioritas di daerahnya. "Seperti Bupati Wonosobo ini. Dia memiliki ide yang luar biasa, mencanangkan gerakan pemasangan implan atau susuk KB secara serentak untuk 3.076 ibu beberapa hari lalu," ujarnya.
Bupati Wonosobo Kholik Arif mengatakan, laju pertumbuhan penduduk di daerahnya sebenarnya cenderung menurun, dari 1.04 persen pada tahun 2006 menjadi 1,02 persen pada tahun 2007. Namun jika dilihat dari total fertility rate atau tingkat kelahiran di Wonosobo, lanjutnya, mengalami kenaikan dari 2,23 pada tahun 2003 menjadi 2,52 pada tahun 2007.
Padahal idealnya, tingkat kelahiran anak hanya 2,1 anak per wanita usia subur. "Jadi dalam jumlah kelahiran, setiap hari di Wonosobo ada 140 bayi lahir. Apabila hal ini tidak kami tangani segera dengan sungguh-sungguh, akan menimbulkan masalah di kemudian hari," tandasnya.

