Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 03:45 WIB
Mahasiswa Setia Belum Tahu Mau ke Mana
Caroline Damanik | Kamis, 31 Juli 2008 | 11:18 WIB
|
Share:

KOMPAS/ADHITYA RAMADHAN
Kondisi asrama putri mahasiswa Sekolah Tinggi Teologia Injili Arastamar (Setia) di Kampug Pulo, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur, Senin (28/7), dipasangi garis polisi. Semua mahasiswa Setia kini sudah dievakuasi.

TERKAIT:

JAKARTA, KAMIS - Menurut izin dari Ketua DPR Agung Laksono, mahasiswa Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologia Injili Arastamar (Setia) harus sudah keluar hari ini dari kompleks DPR, tempat mereka menginap sejak dua hari yang lalu.

Anggota DPR, Gayus Lumbuun, mengatakan, para mahasiswa harus segera keluar meski belum ada kepastian akan di bawa ke mana. "Hari ini memang tidak lagi harus di DPR. Ini bukan tempatnya untuk tinggal sementara," ujar Gayus di depan tempat penginapan para mahasiswa Setia di DPR, Kamis (31/7).

Sebelumnya, izin yang diberikan oleh Ketua DPR hingga hari ini memang dalam rangka memfasilitasi para mahasiswa yang akan melaksanakan ujian negara. Namun, menurut keterangan Gayus ataupun Ketua Fraksi PDS Carol Daniel Kadang, Gedung DPR harus segera dipersiapkan dan disterilisasi untuk acara kenegaraan bersama Presiden dan para menteri dua minggu mendatang.

"Mereka harus dipulangkan. Kalau keamanan belum aman, ya mungkin tertunda tetapi tidak seharusnya di sini. Sebab, DPR akan dipersiapkan untuk upacara kenegaraan sehingga DPR harus disterilisasi," ujar Kadang pada kesempatan yang sama.

Kadang juga mengatakan, mereka akan terus mendorong aparat keamanan untuk memulangkan mereka ke kampus Setia di kawasan Kampung Pulo Pinang Ranti karena kepulangan mereka adalah tanggung jawab pihak kepolisian yang membawa mereka keluar dari "rumah" mereka. "Itu menjadi tanggung jawab pihak kepolisian karena mereka yang mengeluarkannya. Kalau mereka minta dikembalikan, itu menjadi tanggung jawab pihak kepolisian karena kepolisian yang meminta mereka keluar meski untuk tujuan yang baik, cooling down," ujar Kadang.

Gayus ataupun Kadang sepakat, jikapun para mahasiswa akan kembali ke kampus, mereka harus pulang dengan pengawalan yang ketat oleh aparat keamanan. (LIN)