Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 03:44 WIB
Ryan Cari Celah Buat Kabur
| Kamis, 31 Juli 2008 | 08:58 WIB
|
Share:

JAKARTA, KAMIS - Pelaku pembunuhan berantai, Veri ldham Henryansah alias Ryan (30), bisa berbuat nekat untuk kabur dan bunuh diri. Oleh karena itu, sejak dua hari lalu penjagaan Ryan diperketat.

Hasil psikotes Ryan menunjukkan, pelaku pembunuhan berantai asal Jombang, Jawa Timur, itu menunjukkan tanda-tanda bakal melarikan diri. Jika hal itu tak bisa dilakukan, bunuh diri adalah upaya yang akan ditempuhnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Rush Nasution menjelaskan, Ryan telah menjalani dua tahap psikotes. "Secara resmi hasilnya belum bisa kita sampaikan karena masih akan didalami," ujarnya, Rabu (30/7) malam.

Ryan menjalani psikotes pada Selasa (29/7). Tahap pertama, ia menghadapi empat psikolog, yakni dari Mabes Polri, Polda Jatim, dan Universitas Surabaya (Ubaya). Sebanyak 566 pertanyaan disodorkan kepada warga Desa Jatiwates, Jombang, itu. Setelah itu, mulai pukul 19.00 hingga satu setengah jam kemudian, Ryan kembali menjalani psikotes oleh seorang psikiater dari RS Bhayangkara Polda Jatim berpangkat AKBP. Tak banyak orang yang terlibat dalam psikotes yang dilakukan di ruang rapat Ditreskrim Polda Jatim itu.

Ryan yang berkaus warna biru dan celana jins didampingi oleh Novel Andrias, pacarnya. Novel duduk di sebelah kiri Ryan, sedangkan psikiater dari RS Bhayangkara Polda Jatim duduk di sebelah kanannya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, secara garis besar hasil ia tes psikologi itu memiliki banyak kesamaan. Hasil tes tersebut menunjukkan, Ryan antara lain memiliki kencenderungan kuat untuk melarikan diri. Dikhawatirkan, suatu waktu Ryan akan mewujudkan niatnya itu. Jika upaya itu gagal, Ryan akan menggantinya dengan aksi bunuh diri.

Polisi menyikapi hasil tes tersebut dengan memperketat penjagaan. "Makanya, orang-orang yang mengawal Ryan diperintahkan lebih waspada. Sedikit saja lengah, mereka bisa dilibas oleh Ryan. Kalau upaya melarikan diri itu gagal, ia akan berusaha bunuh diri. "Itu akan ia lakukan karena ia sadar bisa dijatuhi hukuman mati," ujar seorang sumber di kepolisian.

Dalam menjaga Ryan, Polda Jatim menunjuk beberapa regu yang bertugas dalam sistem shift. Setiap regu terdiri atas tujuh personel. Pengetatan penjagaan Ryan juga dilakukan dengan menempatkan pelaku mutilasi Heri Santoso itu pada sel tersendiri, sedangkan Novel meringkuk pada sel yang berbeda. Penempatan seorang tahanan di satu sel jarang terjadi. Selama ini polisi selalu menempatkan sejumlah tahanan di dalam satu sel.

"Selnya bersih. Barang-barang yang dimungkinkan untuk melakukan bunuh diri sudah kami singkirkan," ujar Rush Nasution saat menjelaskan kondisi sel Ryan.

Lantai kamar

Rusli Nasution juga mengatakan, pihaknya masih akan menyisir rumah Ryan di Jombang karena ada kemungkinan masih terdapat korban lain. Selain meneliti lokasi-lokasi 10 korban yang sudah ditemukan, polisi juga akan menggali sejumlah titik yang dicurigai sebagai kuburan korban Ryan. "Antara lain di kamar Ryan. Keramik lantai di kamar itu kan baru. Kami akan menyisir tempat itu, barangkali ada korban di dalamnya," katanya.

Mungkinkah orangtua atau keluarga Ryan terlibat? Setelah sesaat terdiam, Rusli berkata, "Itu pertanyaan normal. Saya sendiri juga bertanya seperti itu. Masa ia sih ada begitu banyak mayat di pekarangan, orangtuanya tidak tahu?"

Ada dugaan, rapinya pembunuhan oleh Ryan hingga tak terbongkar bertahun-tahun terjadi karena orang-orang dekatnya ikut campur atau hanya sekadar tahu tapi tutup mulut karena takut berurusan dengan Ryan. Apalagi, Ryan pernah mengancam akan membunuh ibunya, Ny Siyatun.

Untuk menyelidiki dugaan adanya orang yang membantu Ryan melakukan pembunuhan berantai, penyidik Polda Jatim berangkat ke Jombang untuk memeriksa keluarga Ryan. Sejauh ini, dugaan keterlibatan keluarga Ryan baru sebatas ikut menikmati hasil kejahatan, yakni menggunakan sepeda motor milik korban pembunuhan.

"Kami akan mengambil dua sepeda motor korban pembunuhan yang ada di Jombang. Sebelumnya baru satu sepeda motor yang kita temukan," ujar Rusli.

Hingga kemarin polisi telah memeriksa 25 saksi, terdiri atas keluarga korban dan para tetangga Ryan. Dari 25 saksi itu, tidak satu pun yang mengetahui perbuatan Ryan mengeksekusi para korban.

Pengacara Ryan, Adil Pranadjaja, saat dihubungi menjelaskan, tindakan Ryan tidak melibatkan orang lain, apalagi orangtuanya. "Sampai hari ini orangtua Ryan tidak tahu. Jadi, ini murni tanggung jawab Ryan," ujarnya. (Warta Kota/Surya) 

Sumber :
Warta Kota