Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 01:39 WIB
Labschool Dilalap Api
Adithya Ramadhan | Rabu, 30 Juli 2008 | 21:32 WIB
|
Share:

 

JAKARTA, RABU - Sekolah Dasar Negeri Percontohan IKIP Jakarta, Sekolah Menengah Pertama Labschool, Sekolah Menengah Atas Labshool, termasuk Gedung Teater Besar Universitas Negeri Jakarta terbakar, Rabu (30/7), siang terbakar. Api diduga berasal dari ledakan sepeda motor di Gedung Teater Besar yang kemudian merembet ke bangunan lantai 2 dan 3 SMA, SMP, dan SD.

Sedikitnya 10 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Api baru padam sekitar pukul 14.00 setelah menghanguskan lantai tiga bangunan SD, SMP, dan SMA. Hingga sore hari orang tua siswa dan siswa sekolah masih terlihat berdatangan ke sekolah melihat bangunan yang terbakar. Tidak sedikit di antaranya yang mengabadikan gambar bangunan sekolahnya.

Menurut saksi mata, Haryanto (33), api berasal dari ledakan sepeda motor sekitar pukul 11.30. Saat kejadian ia bersama dua orang temannya , Sahroni (40) dan Asep Jaja (50), berada di lantai dua Gedung Teater menjaga sound system.

Setelah meledak api terus merembet ke bangunan sekolah di belakang. Kaca-kaca jendela pun pecah. Waktu itu saya sudah terkepung api dan ruangan penuh asap. Sampai-sampai saya muntah-muntah karena terlalu banyak menghirup asap. Dengan cara merayap ka mi berhasil keluar melalui tangga, tutur pria yang berhasil menyelamatkan dua pengeras suara dan satu mixer itu.

Sepeda motor yang meledak rencananya akan digunakan dalam acara Bussines Opportunity Presentation (BOP) PT K-Link Indonesia di Gedung Teater Besar pukul 14.00. Dalam acara yang diselenggarakan oleh stokist Pulomas itu akan diperkenalkan sejumlah produk K-Link , salah satunya Explo Protect.

Menurut mobile stokist dari K-Link Indonesia Deden Sudrajat, produk tersebut sebenarnya berguna untuk mencegah terjadinya ledakan tanki bahan bakar. Sepeda motor tempat asal api rencananya akan digunakan untuk demostrasi produk ini . Caranya, Explo Protect dimasukkan dalam tanki bahan bakar kemudian disulut api. Hasilnya, tanki tidak meledak.

Ia menduga ada dua penyebab ledakan terjadi, yaitu ada kebocoran bahan bakar dari tanki motor atau Explo Protect yang diuji coba kurang. "Saya yang tadinya akan mengisi acara ini. Biasanya demostrasi dilakukan di akhir acara. Tapi pas saya datang sudah terjadi kebakaran," katanya.

Deden menegaskan, pihak K-Link akan bertanggung jawab terhadap insiden ini. Secepatnya pihak perusahaan akan datang ke sini dan bertanggung jawab, kata dia.

Salah seorang orang tua siswa, Jaya Nirwan, mengatakan, banyak orang tua penasaran bagaimana kebakaran bias terjadi dan bagaimana petugas pemadam kebakaran menjinakkan api.

Ia mengatakan, paling tidak sebulan ke depan kegiatan belajar mengajar akan terganggu. Ia berharap pihak sekolah segera mencari jalan keluar masalah ini. Tidak gampang memindahkan aktivitas belajar ke sekolah lain. "Siswa di sini kan ribuan," katanya.

Jaya yang memiliki anak di SDN Percontohan IKIP Jakarta dan SMA Labcshool itu memprediksi, pemulihan bangunan SD akan berjalan lambat karena sekolah itu berada di bawah pemerintah daerah. Tidak seperti SMP dan SMA Labschool yang berada di bawah yayasan.