Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 04:09 WIB
SBY: Ulama Sebaiknya Peduli pada Kelompok Lain
Laksono Hari Wiwoho | Rabu, 30 Juli 2008 | 12:28 WIB
|
Share:

JAKARTA, RABU - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta seluruh umat Islam termasuk kaum ulama agar tidak hanya peduli dengan kelompoknya tapi juga ikut menyampaikan pesan perdamaian kepada kelompok di luar komunitas keislamannnya.

Hal tersebut disampaikan Presiden Yudhoyono ketika membuka acara The 3rd International Conference of Islamic Scholars (ICIS)  dengan tema Upholding Islam as Rahmatan Lil'Alamin: Peace Building and Conflict Prevention in the Mooslem World di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (30/7) pagi.

Presiden Yudhoyono meyakinkan, dengan mediasi antarkelompok beragama, perdamaian antara kelompok yang bertikai dan pemerintah akan segera terwujud. "Telah terbukti berkali-kali bahwa komunitas muslim dapat menjembatani perdamaian ketika terjadi pertikaian antarkultur atau pemerintah dengan kelompok minoritas. Banyak di antara kita yang memliki pengalaman dan kemampuan dalam berdialog, dalam mengatasi berbagai masalah mendalam, dan dalam mengurangi pertikaian antaretnik. Inilah yang disebut community-building skills," kata Presiden Yudhoyono.

Dalam sambutannya, Presiden juga meminta agar seluruh umat bersatu dalam berbagai aktivitas untuk mengatasi konflilk yang sering terjadi di negara-negara Islam. Dengan jumlah penduduk Islam sebesar 20 persen dari total jumlah penduduk dunia, Presiden yakin jumlah tersebut dapat menjadi potensi besar dalam menggerakkan ekonomi dunia. Hal ini mengingat 70 persen energi dunia dan 40 persen bahan mentah industri berasal dari negara-negara berbasis Islam.

Presiden mengharapkan, konferensi kali ini akan menghasilkan langkah-langkah konkrit yang spesifik dalam mengatasi pertikaian antara negara-negara Islam. Konferensi ICIS ketiga ini diikuti oleh 350 peserta dari 64 negara dan akan berakhir pada Jumat (1/8).  Menurut rencana, mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri juga akan memberikan paparan mengenai pengalaman bangsa Indonesia dalam mencapai perdamaian di tanah air.