Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 05:31 WIB
Sembilan Negara Eksplorasi Bulan
Adi Sasono | Rabu, 30 Juli 2008 | 09:35 WIB
|
Share:

GETTY IMAGES/KEYSTONE
James Irwin, astronot Apollo 15 sedang menjelajahi bulan.

WASHINGTON, RABU - Badan antariksa nasional AS, NASA,  telah menandatangani kesepakatan dengan delapan negara lain untuk mengeksplorasi bulan pada masa depan secara bersama.
    
Kedelapan negara di dalam daftar tersebut adalah Kanada, Prancis, Jerman, Inggris, India, Italia, Jepang dan Korea Selatan. Para pejabat NASA membahas perincian kerja sama itu dengan utusan dari negara-negara tersebut dalam satu pertemuan pekan lalu di Ames Research Center, NASA, di California.
    
"Pertemuan itu meletakkan landasan kerja bagi generasi baru ilmu pengetahuan mengenai bulan," kata NASA dalam pernyataan yang disiarkan Selasa (29/7) atau Rabu (30/7) waktu Indonesia. Proyek tersebut, yang diberi nama International Lunar Network (ILN), dirancang untuk secara bertahap menempatkan enam hingga delapan stasiun ilmiah bergerak atau tetap di permukaan bulan, kata NASA.
    
Semua stasiun tersebut akan membentuk jaringan sains robotik generasi kedua guna menggantikan perangkat keras yang ditinggalkan oleh Apollo Program untuk mempelajari permukaan dan bagian dalam bulan. NASA berencana mengganti dua pesawat pendarat ILN pertamanya di permukaan bulan pada 2013 dan 2014.   
    
NASA menyatakan ILN diciptakan sebagai reaksi atas laporan 2007 yang dikeluarkan oleh U.S. National Research Council, yang menegaskan bahwa bulan menawarkan nilai ilmiah yang sangat besar dan kegiatan bulan berkaitan dengan perhatian eksplorasi dan ilmiah yang sangat besar pula.   
    
Wakil dari kedelapan lembaga antariksa tersebut sedang mempertimbangkan keikut-sertaan dalam ILN yang disepakati dalam pernyataan keinginan sebagai langkah awal perencanaan. "Pernyataan itu menandai pernyataan keinginan oleh lembaga tersebut untuk mempelajari pilihan untuk ikut dalam serangkaian misi internasional ke bulan. Tujuannya ialah untuk membentuk jaringan kerja misi yang akan menguntungkan ilmuwan di seluruh dunia," kata NASA.
    
"Kami sangat bergairah dengan antusiasme yang diperlihatkan bagi ILN dan ilmu pengetahuan bulan. Kegiatan internasional ini akan sangat memperluas ilmu pengetahuan mengenai bulan dalam sejumlah bidang penting," kata Jim Green, Direktur Planetary Science Division, NASA.
    
Mulanya, semua peserta bermaksud mendirikan tempat pendaratan yang berpotensi, spektrum kerja sama dan standard komunikasi, dan serangkaian instrumen inti yang secara ilmiah setara untuk melakukan langkah tertentu.
    
Namun, pernyataan keinginan itu tak sepenuhnya menjabarkan konsep ILN. Dokumen tersebut membiarkan pintu terbuka bagi kemungkinan penerapan dan evolusi jangkat pendek dan panjang, kata NASA. "Peserta tambahan mungkin bergabung pada masa depan, ketika mereka secara secara program dan keuangan siap," kata NASA.
    
"Kami berada pada satu era baru eksplorasi bulan. Koordinasi ilmiah armada misi internasional yang akan dikirim ke bulan pada dasawarsa mendatang akan sangat berpengaruh pada kemampuan ilmiah kami, dan bahkan barangkali yang lebih penting, mengembangkan generasi berikutnya ilmuwan bulan," kata Jim Adams, Wakil Direktur Planetary Science Division.

Sumber :
Ant