Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 03:55 WIB
Pariwisata Ancaman Bagi Terumbu Karang
Ayu Sulistyowati | Selasa, 29 Juli 2008 | 11:29 WIB
|
Share:

KOMPAS/LASTI KURNIA
Jejak keberadaan koloni terumbu karang yang telah mati menjadi karakter unik kawasan tepi pantai yang berkarang di Pantai Pasir Putih, Desa Sukahujan, Malingping, Lebak, Banten, Senin (7/4). Kawasan pantai karang merupakan ekosistem yang sanggup beradaptasi dengan kondisi alam yang ekstrem, seperti pasang surut laut, gelombang tinggi, perubahan cuaca ekstrem, juga salinitas air laut yang berubah-ubah.

TERKAIT:

Laporan Wartawan Kompas Ayu Sulistyowati

DENPASAR, KOMPAS - Pariwisata memang mengundang surga bagi para penikmatnya. Namun industri itu mengancam bagi kehidupan laut terutama terumbu karang.

Seperti di Bali, pembangunan hotel di pinggir pantai, limbah sampah atau cair dan beberapa aktivitas lainnya. "Kami menyayangkan itu. Jika terus berlangsung terumbu karang rusak padahal Indonesia memiliki spesies terbanyak di dunia. Bayangkan dari 800 spesies Indonesia memiliki 600 spesiesnya," kata Amalia Firman,

Comunication specialist,Conservation Internasional Indonesia.NAmun sebagian masyarakat yang tinggal seperti di Pantai Amed (Karangasem), Padang Bai dan Nusa Penida (Klungkung), Les (Buleleng). mulai sadar dan memperbaiki kerusakan. Sementara sebagian pengelola wisata bawah laut pun mulai memeliharanya.