Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 21:33 WIB
Q! Film Festival Kembali Hadir di Jakarta
TANIA FREDERIKA TITALEY | Tri Wahono | Senin, 28 Juli 2008 | 10:37 WIB
|
Share:

TPG Images
Nonton film festival

JAKARTA, SENIN - Q! Film Festival yang diselenggarakan oleh organisasi nirlaba bernama Q-munity hadir lagi untuk yang ke-7 kalinya di Jakarta, 8-16 Agustus 2008. Dengan tema "Naturally Different", akan hadir 80 film (film panjang, dokumenter, dan film pendek) yang berasal dari 20 negara.

Q! Film Festival kali ini tidak hanya mengangkat film-film bertemakan LGBTIQ (lesbian, gay, bisexual, transgender, intersex & questioning) dan HIV/AIDS. Pada edisi ke-7 ini, Q-munity bekerja sama dengan Yayasan Kalyana Shira menghadirkan program baru, yaitu film-film yang bertemakan human rights (HAM). Film-film unggulan tahun ini:

  • The Amazing Truth About Queen Raquela (Dir: Olaf De Fleur Johannsson,  Iceland/Filipina)
  • I Don't Want to Sleep Alone (Dir: Tsai Ming Liang, Taiwan/Perancis)
  • My Super 8 Season (Dir: Alessandro Avellis, Perancis)
  • Spinnin' (Dir: Eusebio Pastrana, Spanyol)
  • Sita Sings The Blues (Dir: Nina Paley, AS)
  • Good boys (Dir: Yair Hochner, Israel)
  • A Very Natural Thing (Dir: Christopher Larkin, AS)
  • With Gilbert and George (Dir: Julian Cole, Inggris)
  • 881 (Dir: Royston Tan, Singapura)
  • Risk, Stretch or Die (Dir: Saskia Heyden, Jerman)
  • The Birthday (Dir: Negin Kianfar & DaisyMohr, Belanda)
  • Suddenly last winter (Dirs: Gustav Hofer & Luca Ragazzi, Italia)
  • Love songs (Christophe Honore, Perancis)

Program Film HAM (Human Rights):

  • Perempuan Punya Cerita. Sutradara: Fatimah T Rony, Upi, Nia Dinata, Lasja Fawzia (Indonesia)
  • 9808. Sutradara: Anggun Priambodo, Ariani Darmawan, Edwin, Hafiz, Ifa Ifansyah, Lucky Kuswandi, Otty Widasari, Ucu Agustin, Steve Pillar Setiabudi, Wisnu Suryapratama (Indonesia)
  • May. Sutradara: Viva Westi (Indonesia)
  • Suddenly Last Winter. Sutradara: Gustav Hofer dan Luca Ragazzi (Italia)
  • My Super 8 Season. Sutradara: Alessandro Avellis (Perancis)
  • Opera Tikus Got. Sutradara: Santosa Amin (Indonesia)
  • Dua Sisi. Sutradara: Faisal (Indonesia)
  • The Birthday. Sutradara: Negin Kianfar & Daisy Mohr (Belanda)

Adapun tempat pemutaran film-film tersebut adalah:

  1. Blitz Megaplex di Grand Indonesia
  2. Goethe Institut
  3. Erasmus Huis
  4. Galeri Cemara 6
  5. CCF Salemba
  6. Kineforum

Festival ini juga akan dihadiri oleh sutradara, aktor, dan para penyelenggara film festival dari luar negeri:

1. Julian Cole, Director (With Gilbert and George), Inggris
2. Saskia Heyden, Director (Risk, Stretch or Die), Jerman
3. Ocean Leroy, aktor/Drag King Performer (Risk, Stretch Or Die), Jerman
4. Poj Anorn, Director (Bangkok Love Story), Thailand
5. Chaiwat Thongsaeng, Actor (Bangkok Love Story), Thailand
6. Jun Lana, Director (Roxxxanne), Filipina
7. Josh Kim, Director (The Postcard, The Police Box), Korea Selatan
8. K. Raja Gopal, Director (Lucky 7), Singapura
9. Anita Schoepp, Director (Dedicated), Kanada
10. Petra van Dongen, Co Director Cinemasia Film Festival Holland
11. Laura Gerber, Director Berlin Asian Hotshots Film Festival
12. Victor Silakong, Director Bangkok World Film Festival

Acara-acara lain selain pemutaran film:

Pameran foto:
1. Q! Life in Paris oleh fotografer Perancis, Amaury Grisel
2. Waria di Indonesia Oleh Adi
3. What's Queer oleh gabungan beberapa fotografer profesional dan nonprofesional, baik dari dalam maupun luar negeri, tentang definisi queer menurut mereka.

Pemutaran film layar tancap yang diadakan pada akhir pekan di Goethe Institut akan menjadi sebuah sajian yang baru dalam festival. Di mana para penonton bisa menikmati film di udara terbuka dengan suasana yang berbeda.

Talk show yang bernama "Silat Lidah Binan", yang merupakan adaptasi dari acara talk show di salah satu TV Swasta di Indonesia, di mana penonton yang mengajukan pertanyaan kepada para panelis. Para panelis yang telah dikonfirmasikan adalah Melissa Karim, Ria Irawan, Djenar Mahesa Ayu, dan dimoderatori oleh Alvin Adam. Ada juga talk show berbentuk operet yang berjudul Rush Hour yang bersifat komedi dan dimainkan aktor-aktor nonprofesional.

Dari dunia literatur, akan diadakan:

Launching buku berjudul Heterophobia, yaitu buku seri kedua dari Macho Man Ngomong Cong yang disadur dari penulis blog bernama Fa.

Festival ini juga mengajak Anda untuk bergosip dalam acara yang bernama Q! Gossip. Q! Gossip tahun ini membicarakan tentang "Homoseksualitas dan Agama" dengan menghadirkan beberapa pemuka agama untuk berdialog. Ada juga acara gosip lain yang mengetengahkan isu "Penggunaan Bahasa binan yang telah menjadi bahasa gaul" yang dipandang dari sudut psikologis dan linguistik.