LONDON, SABTU - Calon presiden Amerika Serikat, Barack Obama, berbicara tentang "rasa sayang mendalam dan kekal" AS atas sekutu eratnya, Inggris, setelah bertemu dengan Perdana Menteri Gordon Brown di London, Sabtu.
Obama, senator asal Illinois, yang berdiri di luar kediaman perdana menteri di Downing Street, mengatakan, rakyat AS berterima kasih atas usaha-usaha militer Inggris di Irak dan Afganistan dan berduka atas kehilangan tentara kedua.
Ia mengatakan, warga AS seperti warga Inggris dan terpesona oleh kehidupan di bagian lain Samudra Atlantik. "Amerika Serikat sangat bangga menjadi suatu masyarakat yang merupakan imigran dari berbagai belahan dunia dengan budaya yang beragam," katanya.
"Kenyataannya, tradisi dan institusi kami dibentuk oleh tradisi Inggris. Inilah serangkaian institusi Inggris-Amerika yang turut membangkitkan AS," ujarnya. Obama mengatakan, kedua negara telah bersekutu menghadapi perang, berbicara dengan bahasa yang sama, dan memiliki keyakinan atas hukum.
Mengenai pembicaraannya dengan Brown, Obama mengatakan, penekanan Brown seperti dirinya tentang bagaimana memperkuat hubungan translantik untuk memecahkan masalah yang tidak dapat dipecahkan satu negara saja. Senator itu menambahkan, ia berbicara dengan Brown tentang komitmen militer Inggris di Afghanistan dan Irak.
Pada Jumat, Obama tiba di Paris untuk mengadakan pertemuan dengan Presiden Nicolas Sarkozy setelah mengakhiri kunjungan ke Berlin sehari sebelumnya. Para pembantu Obama tidak memberikan penjelasan secara rinci tentang agendanya.
"Senator Obama akan bertemu dengan Presiden Sarkozy dan mereka akan membahas berbagai hal yang menjadi kepentingan bersama, termasuk tantangan di bidang keamanan, ancaman-ancaman transnasional, dan ekonomi global," kata perempuan juru bicara Obama untuk keamanan nasional, Wendy Morigi.
Sarkozy mengatakan kepada surat kabar Le Figaro edisi Jumat bahwa Obama adalah sahabat. "Tak seperti para penasihat diplomatik saya, saya tak pernah bisa yakin atas peluang Hillary Clinton. Saya selalu yakin bahwa Obama yang akan dipilih," kata surat kabar itu mengutip pernyataan Sarkozy. "Obama? Ia adalah sahabat saya. Saya mungkin satu-satunya orang Perancis yang tahu siapa dia."
Pemimpin Perancis itu dan Obama pertama kali bertemu di kongres di Washington pada 2006. Sarkozy mengatakan punya kenangan bagus terhadapnya. Sarkozy bertemu kandidat presiden AS dari Republik, John McCain, Maret lalu.
Perancis termasuk tiga negara yang menjadi tujuan lawatan Obama ke Eropa, yakni Jerman, Perancis, dan Inggris meskipun dalam kunjungan tersebut ia tidak bermalam. (AFP/Antara)

