Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 03:47 WIB
Pemuda Indonesia Dapat Pendidikan Konflik Dari UNDP
| Jumat, 25 Juli 2008 | 16:07 WIB
|
Share:

JAKARTA, JUMAT - Perbedaan memandang suatu hal dapat berujung pada terjadinya konflik, bila kedua pihak tidak saling memahami. Pengalaman konflik yang melibatkan banyak massa di Indonesia membuat United Nation Development Programme (UNDP) berniat memberikan pelatihan dan pendidikan bagi pemuda Indonesia untuk lebih jeli dalam memahami persoalan.

Menurut Melina Nathan, head knowledge management UNDP, pemuda Indonesia berpotensi besar dalam menciptakan terjadinya konflik, baik konflik dengan skala kecil maupun besar. "Bila sebelumnya konflik di Indonesia didominasi unsur SARA, sekarang lebih bersifat personal dan lebih mengarah pada persaingan dalam penguasaan sesuatu, seperti dukungan dalam pemilihan pemimpin daerah atau nasional," kata Melina di Jakarta, Jum'at (25/7).

Walaupun konflik SARA jumlahnya relatif berkurang, bukan berarti perhatian terhadap konflik juga diabaikan. Sebab konflik pribadi maupun konflik dalam mendukung suatu partai atau pihak tertentu dapat berpotensi menjadi konflik dengan skala besar.

"Saat orde baru konflik didominasi dengan urusan SARA, tapi setelah reformasi konflik banyak terjadi dalam skala kecil. Tapi jangan anggap remeh konflik kecil tersebut, sebab itu dapat berpotensi menjadi konflik besar bila tidak segera ditanggapi," lanjut wanita asal singapura ini.

Pendidikan konflik akan dilaksanakan UNDP di Sambas, Poso, Maluku, NAD maupun daerah lainnya yang pernah mengalami konflik yang melibatkan massa dalam skala besar. Program ini sekaligus sebagai bagian dari peringatan hari perdamaian Internasional (peace days) tanggal 21 September.

Melina mengatakan, dengan adanya pelatihan dan pendidikan dari UNDP bekerjasama dengan institusi pendidikan setempat bagi pemuda di daerah yang pernah terlibat konflik berskala besar, diharapkan para pemuda mampu belajar dan lebih peka terhadap hal-hal yan g berujung pada konflik tidak sehat berskala besar, serta pemahaman untuk tidak cepat terprovokasi oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan. (C11-08)