Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 03:15 WIB
Yusril: Saya Lebih Suka Satu Kali Saja
Rita Ayuningtyas | Jumat, 25 Juli 2008 | 15:54 WIB
|
Share:

Persda/Bian Harnansa
Yusril Ihza Mahendra (kanan), dan istrinya Rika Tolentino Kato (kiri) yang berdarah Jepang-Filipina terlihat mesra meninggalkan rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra I Nomor 2, Jakarta Selatan, setelah diberhentikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 8 Mei 2007.

JAKARTA, JUMAT - Calon presiden dari Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra, tidak ingin menjadi presiden lebih dari dua kali jika nantinya terpilih menjadi pucuk pimpinan Indonesia pada 2009. Ini disampaikannya pada diskusi Pemimpin Alternatif di Ruang Pers Dewan Perwakilan Rakyat, sore ini.

"Kalau jadi presiden saya tidak mau lama-lama jadi presiden. Satu-dua kali saja. Saya lebih suka kalau satu kali saja," ujarnya dalam diskusi bersama Yuddy Chrisnandy, Fadjroel Rachman, dan Sunardi Rinakit, Jumat (25/7).

Menurut dia, semakin tua seseorang, semakin anti terhadap perubahan. Yusril tidak ingin menjadi pemimpin yang konservatif. Dia ingin melakukan perubahan yang spektakuler demi perubahan Indonesia dalam segala aspek.