JAKARTA, JUMAT - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Muhammad Jusuf Kalla, Jumat (25/7), mengaku tidak merasa "dijual" dengan tawaran Dewan Pimpinan Pusat Generasi Muda Demokrat yang menawarinya untuk tetap bergandengan dengan calon Presiden Partai Demokrat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Saya tidak merasa dijual," tandas Jusuf Kalla, saat pers bertanya, seusai shalat jumat (25/7) di Masjid Baitul Rahman di kompleks Istana Wapres, Jakarta. Pers sebelumnya menanyakan, dengan tawaran dari DPP Gema Demokrat, Jusuf Kalla dinilai seolah-olah memiliki "nilai jual" yang semakin tinggi sehingga ditawari untuk bergandengan kembali dengan Presiden Yudhoyono seperti Pemilu 2004 lalu.
Saat ditanya mengapa ketika bertemu dengan DPP Gema Demokrat, dua hari lalu di Istana, ia belum mau menjawab tawaran untuk menjadi calon Wakil Presiden RI mendampingi calon Presiden Yudhoyono, Kalla menjawab, "Golkar, sebagai partai politik baru dapat mencalonkan setelah pemilu legislatif April 2009. Ini sama juga dengan Partai Demokrat yang baru akan mencalonkan setelah pemilu legilatif April 2009. Kita, sepakat dengan Pak SBY, berbicara pencalonan presiden (pilpres) setelah pemilu legislatif."
Jusuf Kalla menegaskan, pencalonan dalam pilpres akan dibahas dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar setelah pemilu legilatif. Ditanya mengenai pencalonan Sultan Hamengku buwono X oleh DPD Yogyakarta sebagai calon presiden pada Pemilu 2009, Jusuf Kalla mengatakan itu bagian dari wacana yang selama ini muncul di berbagai tempat. "Sistemnya di Partai Golkar tidak seperti itu. Kita punya sistem setelah pemilu legislaltif," demikian Jusuf Kalla.

