Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 03:08 WIB
Eropa Berharap Banyak kepada Obama
| Jumat, 25 Juli 2008 | 04:25 WIB
|
Share:

BERLIN, KAMIS - Kandidat presiden AS dari Partai Demokrat, Barack Obama, tiba di Jerman dalam rangkaian kunjungannya ke Eropa, Kamis (24/7). Rangkaian lawatan Obama ke Timur Tengah dan Eropa dimaksudkan untuk mendongkrak penampilan kebijakan luar negerinya yang tertinggal dibandingkan dengan rivalnya, kandidat dari Partai Republik, John McCain.

Di Berlin, Obama bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Mereka membahas berbagai macam isu, mulai dari perekonomian global, program nuklir Iran, hingga proses perdamaian Timur Tengah. Merkel mengatakan, selain isu tersebut, dia menegaskan posisi Jerman yang menolak mengirimkan pasukan perang ke selatan Afganistan.

Obama berpidato di tempat terbuka selama 45 menit di Tugu Kemenangan di Taman Tiergarten di hadapan ribuan orang. Dalam pidatonya, Obama meminta Eropa lebih banyak berbagi beban untuk membantu mengatasi ancaman keamanan global.

”Saya berharap pidato itu akan dilihat sebagai artikulasi substantif dari sebuah hubungan yang ingin saya lihat antara Amerika Serikat dan Uni Eropa,” ujar Obama sebelum mendarat di Berlin.

Hubungan antara AS dan Jerman pascaperang mencapai titik terendah di bawah pendahulu Merkel, Gerhard Schroeder. Schroeder sangat keras menentang invasi AS ke Irak tahun 2003.

Merkel berusaha memperbaiki hubungan tersebut. Merkel dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy sama-sama mendukung kebijakan luar negeri Obama untuk menutup penjara di Teluk Guantanamo, menentang proliferasi nuklir, dan menghadapi perubahan iklim dengan rencana pemotongan emisi yang diusung Uni Eropa.

Mantan Presiden Jerman Richard von Weizsaecker mengatakan, kedatangan Obama bisa membantu memuluskan jalan menuju hubungan trans-Atlantik yang baru. ”Obama bisa memberikan sinyal bahwa Amerika mengandalkan Eropa demi masa depannya,” katanya.

Mengecewakan

Warga Jerman mengikuti jalannya putaran pemilihan pendahuluan di AS secara intensif. Berdasarkan salah satu jajak pendapat baru-baru ini, sekitar 76 persen warga Jerman akan memilih Obama jika mereka bisa ikut memilih. McCain hanya mendapat dukungan sekitar 10 persen.

Jajak pendapat oleh Pew Research Center menunjukkan, warga Jerman cenderung memilih Obama dibandingkan McCain, dengan selisih mencapai 49 poin. Namun, sejumlah pejabat Jerman mengatakan, Obama berisiko mengecewakan warga Eropa karena harapan mereka terlalu tinggi. ”Dia berbicara kepada orang Jerman, kepada warga Berlin, tetapi inti pesan yang sebenarnya ditujukan kepada pemilihnya di Amerika,” kata Eckart von Klaeden, anggota parlemen, dalam siaran di stasiun televisi n-tv.

”Bagi saya, ini seperti pertunjukan besar. Orang Amerika hanya ingin dicintai lagi, tetapi saya skeptis dengan itu semua,” kata Juergen Schumann (55), warga Berlin.

Media Jerman memperingatkan bahwa Obama tentu mengharapkan lebih banyak dari Eropa jika terpilih. ”Lebih banyak koordinasi internasional berarti lebih banyak keterlibatan Eropa di titik-titik panas", tulis harian bisnis Handelsblatt.

Sumber :
KOMPAS