JAKARTA, KAMIS - Anggota parlemen Jepang, Motoo Hayashi menyampaikan berita positif bagi para pemuda di dunia, khususnya di Asia. Negeri matahari terbit itu kini membuka kesempatan belajar bagi pelajar asing yang ingin bersekolah di sana. Jumlah jatahnya pun tak bisa dibilang kecil, 300 ribu kursi.
Menurut Hayashi, kesempatan belajar tersebut telah disampaikan Perdana Menteri Jepang Fukuda pada Januari 2008 silam. Hal itu dilakukan sebagai bentuk dorongan terhadap penerimaan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dari luar negeri, baik yang melanjutkan pendidikan pascasarjana maupun yang bergerak di bidang industri.
"Oleh karena itu perlu kerjasama dari pemerintah dan kalangan industri. Manusia menjadi pondasi bagi hubungan Indonesia dan Jepang. Tanpa ada peran dari orang-orang muda, tidak bisa dilakukan hubungan antarwilayah. Maka peran orang muda mutlak dilakukan. Setiap tahunnya ada 6000 orang pemuda yang diundang untuk belajar ke Jepang, ini juga bentuk dorongan Jepang bagi negara di Asia Timur," kata Hayashi dalam paparannya pada diskusi parlemen Indonesia-Jepang, yang bertajuk "Promoting Regional Competition to Achieve Peace, Development and Prosperity" di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (24/7).
Rencana tersebut, menurut parlemen Jepang merupakan rencana yang spektakuler. Saat ini, jumlah pelajar asing yang ada di negeri Sakura itu tercatat 120 ribu orang. Jika jumlah 300 ribu orang itu tercapai, maka dalam 5 tahun akan terjadi peningkatan sebanyak 3 kali lipat. "Ini rencana yang luar biasa dan sangat berani," ujar politisi asal partai Demokrat Liberal ini.
Oleh karena itu, untuk mewujudkan rencana tersebut, Departemen Hukum Jepang pun membuat regulasi yang mempermudah proses administrasi bagi pelajar asing. Sebab, selama ini banyak keluhan dari pelajar asing tentang proses yang berbelit-belit.
Selain itu, Jepang juga akan meningkatkan jumah pusat belajar bahasa Jepang di luar negeri. Ia juga mengharapkan, Indonesia bisa mempromosikan Jepang sebagai negara tujuan pendidikan bagi pelajar Indonesia. "Indonesia adalah negara dengan jumlah pelajar asing tertinggi nomor 3 di Jepang. Mahasiswa Indonesia selama ini banyak yang mendapatkan beasiswa dari pemerintah Jepang," kata Hayashi.

