JAKARTA, RABU - Seniman Teater Ratna Sarumpaet mendeklarasikan diri untuk maju menjadi calon presiden dalam pemilihan umum presiden tahun 2009. Acara deklarasi Ratna diselenggarakan di Galery Cemara, Jakarta, Rabu (22/7) malam.
Dalam orasi politiknya, Ratna bicara soal Indonesia yang menurutnya tidak punya harga diri. Banyak aset rakyat yang dijual ke pihak asing. Hal ini membuat Ratna gelisah.
Untuk itu, bersama Akar Indonesia, organisasi masyarakat yang dipimpinnya, ia sedang menggodok pedoman atau cetak biru pengeloaan negara. Nantinya, cetak biru versi Ratna ini akan diterbitkan dalam bentuk buku yang akan dipublikasikan sesegera mungkin.
Sahabat Ratna sesama seniman, Jajang C Noor, tampil membacakan puisi. Di atas panggung Jajang berujar, ia sebetulnya tidak setuju sahabatnya maju mencalonkan diri. "Namun, melihat kondiri negara yang amburadul, saya melihat dia memiliki integritas, niat, tenaga yang akan membawa negara kembali ke jalan yang benar," tutur Jajang.
Selanjutnya, ketika ditanya mengenai kendaaraan politik yang akan digunakan, Ratna mengatakan masih terlalu pagi untuk menjawabnya sekarang. "Namun saya percaya, ditengah lemahnya kepercayaan rakyat terhadap partai-partai yang ada, diantara mereka pasti ada partai yang bersih yang punya ketulusan ingin membangun bangsa dan menghormati rakyat," ujarnya.
Dalam acara tersebut, Ratna sebenarnya mengundang sejumlah pimpinan partai politik, namun tidak ada satu pun yang datang. (C8-08)
