Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 02:55 WIB
Unicef Beri Penghargaan Kepada Tiga Anak Indonesia
Maya | Rabu, 23 Juli 2008 | 20:51 WIB
|
Share:

MAYA SAPUTRI
Ketiga anak penerima penghargaan dari UNICEF sebagai Pemimpin Muda 2008 dari kir ke kanan yakni Suci Lestari (Banda Aceh), Iman Usman (Sumatera Barat) dan Patricia Miranda Wattimena (Maluku) diberikan di Hotel Intercotinental Midplaza, Jakarta, Rabu (23/7).

TERKAIT:

JAKARTA, RABU - The United Nations Children's Fund (UNICEF) memberikan penghargaan kepada tiga anak Indonesia. Mereka,  yang disebut sebagai Pemimpin Muda Indonesia 2008 telah menyumbang upaya sosialisasi dan pemajuan hak-hak anak di masyarakat selama dua tahun terakhir. Demikian disampaikan Officer in Charge UNICEF untuk Indonesia, Colette Turmel, seusai memberi sertifikat penghargaan tersebut di Hotel Intercontinental Midplaza, Jakarta, Rabu (22/7).

"Hambatan terbesar yang kami alami dalam memperjuangkan hak-hak anak kalau kehadiran kami dianggap membahayakan posisi orang dewasa," ujar M Iman Usman, salah satu penerima penghargaan Pemimpin Muda 2008. Ia menjelaskan sebenarnya anak hanya ingin diikutsertakan dan didengar pendapatnya karena kebijakan orang dewasa mempengaruhi kehidupan anak.

Iman adalah pelajar SMUN 1 Padang, Sumatera Barat, yang telah mengoordinir Komunitas Anak Kritis Indonesia (KAKI) yang mengampanyekan pencapaian tujuan pembangunan milenium di daerahnya dan provinsi lain di Indonesia.

Sedangkan Patricia Miranda Wattimena yang juga mendapat penghargaan adalah ketua Forum Anak Maluku yang ikut dalam pembahasan rancangan Perda tentang perlindungan anak. "Kita sedang berupaya memutus mata rantai tradisi kekerasan di Maluku yang sudah lama terbentuk karena sifat dasar orang Maluku yang keras, tetapi sekarang selangkah lebih maju untuk mencapai visi mewujudkan pemenuhan hak-hak anak di Maluku," ujar Miranda.

Selain itu, Suci Lestari yang berasal dari Banda Aceh dan korban tsunami juga mengampanyekan hak anak untuk memperoleh pendidikan. Ia juga terpilih sebagai pengurus Komite Aneuk Jantho dan pengurus Forum Anak Aceh Besar. "Melalui forum tersebut saya ingin mencontohkan sebagai anak yatim pun punya tekad kuat untuk memperjuangkan hak anak dan perlindungan kekerasan terhadap anak," jelasnya.