PONTIANAK, SELASA - Ketua DPW Gabungan Pengusaha Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) Kalimantan Barat, Retno Pramudya, Selasa (22/7), menyatakan kerusakan alat bongkar muat peti kemas (container crane) di Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat, sejak 11 Juli lalu mengakibatkan jadwal distribusi barang dari luar pulau menjadi kacau. Padahal beberapa di antaranya berupa barang kebutuhan pokok seperti beras dan gula.
Perusahaan forwarder dan ekspedisi juga merugi karena harus membayar denda Rp 23. 000 per hari untuk tiap kontainer yang menumpuk di tempat penimbunan peti kemas karena tidak bisa dikeluarkan. Ratusan truk perusahaan terpaksa mengangggur dan klien banyak yang komplain karena barang terlambat dikirim. Selain itu, omzet perusahaan tersebut dalam bulan Juli juga menurun lebih dari 50 persen, katanya.
