JAKARTA, SELASA - Rencana perpindahan kantor pusat maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airlines ke Makassar mendapat hambatan dari karyawannya sendiri. Dua kelompok karyawan yang ada di Merpati yaitu Forum Pegawai Merpati (FPM) dan Solidaritas Pegawai Merpati (SPM) secara tegas menolak rencana perpindahan tersebut.
Sementara Serikat Karyawan (Sekar) Merpati menyatakan masih mengkaji rencana tersebut. Alasannya, jangan sampai perpindahan dari Jakarta ke Makassar justru tidak menguntungkan Merpati.
Ketua Umum FPM, FX Arif Pujiyono dan Ketua SPM, I Wayan Suwarna saat dihubungi secara terpisah di Jakarta, Selasa (22/7), menyatakan perpindahan kantor pusat dan home base membutuhkan dana yang cukup besar. "Kami akan menolak pemindahan kantor Merpati. Ada 1.000-an karyawan yang harus diperhatikan," kata Arif.
Arif mengatakan, pihaknya segera menyurati Menneg BUMN agar rencana tersebut dibatalkan. Yang perlu diperhatikan, jelasnya, adalah bagaimana pemerintah menyelamatkan Merpati, misalnya dengan memutihkan utang-utang Merpati atau menyepakati dana penyertaan modal sebesar Rp 450 miliar yang baru dicairkan sebagian karena Merpati sedang krisis.
Sementara I Wayan Suwarta mengakui, cash flow negatif yang dialami Merpati merupakan fakta. Harus ada langkah drastis dari pemerintah, bukan malah memindahkan kantor pusat dan home base yang butuh dana ratusan miliar rupiah. "Itu tidak ada itung-itungan strategisnya. Sekarang yang penting adalah penyelamatan Merpati," tandasnya.
Wayan juga menyebut, ada skenario rasionalisasi sebanyak 1.751 karyawan. Namun hal sangat berat, karena membutuhkan dana sebesar Rp 550 miliar. Menurutnya, sebaiknya pemerintah segera meningkatkan operasional Merpati saja dengan menambah 10 buah pesawat Boeing. Untuk itu, pemerintah perlu mencairkan dana sekitar Rp 200 miliar.
"Agar 2.590 karyawan Merpati tidak ada yang kena PHK, butuh sekitar 10 pesawat Boeing tambahan yang dioperasikan. Ini akan lebih baik ketimbang rasionalisasi yang malah butuh duit lebih banyak," katanya.
Sementara itu Ketua Sekar Merpati, Aries Munandar menyatakan masih mengkaji rencana perpindahan home base Merpati. Aries mengatakan, pihaknya belum tahu apa yang akan diperoleh karyawan di Makassar. Jangan sampai asal pindah begitu saja, tanpa memperhatikan nasib karyawan.
"Kita belum pada posisi menolak, tapi kita juga perlu tahu apa manfaatnya perpindahan itu bagi karyawan. Karena untuk pindahan butuh dana besar," kata Aries. (Persda Network/Hendra Gunawan)
