Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 02:40 WIB
Menteri SBY-JK Dibriefing Persiapan Pemilu 2009
Ade Mayasanto | Selasa, 22 Juli 2008 | 13:48 WIB
|
Share:

 Laporan Wartawan Persda Network Ade Mayasanto

JAKARTA,SELASA - Menteri-menteri SBY-JK yang terhimpun dalam Kabinet Indonesia Bersatu secara maraton bakal menerima penjelasan tentang persiapan pelaksanaan Pemilu 2009. Pembekalan terhadap menteri-menteri ini dipimpin langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (22/7), dengan agenda SIdang Kabinet Paripurna.

"Pertama, Menteri Koordinator Polhukam Widodo AS dan Mendagri Mardiyanto akan menjelaskan ketentuan penting Pemilu legislatif dan kampanye," kata Presiden Yudhoyono saat membuka sidang kabinet.

Menurut Presiden Yudhoyono, pembekalan perihal pelaksanaan Pemilu legislatif diperuntukkan agar semua pihak bisa mensukseskan dan memahami aturan main mana yang boleh dan tidak. "Kita harus beri contoh pada yang lain atas kepatuhan pada UU dan aturan main yang ada," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, mantan Menko Polhukam era Presiden Megawati Soekarno Putri ini menjelaskan, lantaran masa bakti kabinet tersisa satu tahun, maka para menteri didesak untuk mempercepat dan meningkatkan pencapaian program kerja. "Pejabat pemrintah di tahun politik dan Pemilu ini haruslah lebih fokus, giat, intensif mengemban tugas. Saya berharap juga responsif terhadap perkembangan masalah yang muncul," tukasnya.

Lebih lanjut Presiden Yudhoyono membeberkan, ditambah dengan suhu politik yang kian memanas, kemungkinan terjadi ketegangan sosial menyembul keluar ke permukaan. "Bisa jadi ada masalah berkaitan ketertiban dan keamanan publik. Karena itu justru yang harus kita kelola dengan baik, jangan ada masalah-masalah lain selain ekonomi, Kesejahteraan rakyat yang bisa kita jaga agar resiko politik sosial dan Polkam bisa muncul dapat kita peliharan sebaik-baiknya," urainya bersemangat.

Menyangkut kekhawatiran tentang pejebat pemerintahan aktif yang telah melakukan kegiatan politik terkait pemilu, Presiden Yudhoyono menganggap hal tersebut sebagai hal yang tidak bisa dihindari. "Ini karena amanat UU meniscayakan kegiatan politik itu dalam rangka pemilihan gubernur dan pemilihan presiden. Yang penting pejabat pemerintah bisa benar-benar membagi waktu dengan baik," terangnya seraya meminta para menteri yang terlibat dalam kegiatan Pemilu 2009 memprioritaskan tugas pemerintahan.

"Itu sangat bisa dilakukan. Saya ingatkan dan mengajak semua di ruangan ini, mari penuhi amanah itu. Tingkatkan tugas pemerintahan sambil melaksanakan kegiatan politik yang semua itu diatur dan ditata dlaam UU pemilu," sergahnya.

Selain membahas perihal politik, hukum dan keamanan di Tanah Air, Presiden Yudhoyono menegaskan, pada sidang kabinet paripurna bakal pula membahas RAPBN 2009 dan konsep nota keuangan yang akan disampaikan pada sidang paripurna parlemen pada 16 Agustus mendatang.

Tidak hanya itu, masalah kesejahteraan rakyat juga menjadi agenda pembahasan pada sidang kabinet paripurna, termasuk juga masalah penanggulangan kemiskinanan dan peningkatan taraf hidup secara umum.