Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 19:28 WIB
Rakyat Harus Diberi Tahu Program Penanganan Pangan
Andy Riza Hidayat | Sabtu, 19 Juli 2008 | 14:54 WIB
|
Share:

SIMALUNGUN, SABTU - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pemimpin di setiap daerah untuk menjelaskan seluruh program pengembangan pangan kepada rakyat. Rakyat harus mengetahui langkah pemerintah untuk mengatasi persoalan pangan.

Presiden Yudhoyono menyampaikan hal itu saat panen raya padi di Nagori (setingkat desa) Panembeian, Kecamatan Panembeian Pane, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (19/7). "Termasuk apa yang sedang dibicarakan antara pemerintah dan DPR, semuanya harus transparan," kata Yudhoyono dalam sambutannya.

Persoalan pangan, tuturnya, merupakan persoalan global yang dihadapi negara mana pun. Dia mengajak pemimpin daerah, petani, dan pengusaha untuk bersama-sama mereformasi dan revitalisasi sektor pertanian. Reformasi dan revitalisasi, katanya, harus dilakukan secara besar-besaran. Pola penanaman, pemilihan benih, irigasi, dan anggaran semuanya harus tepat.

Salah satu solusi yang diambil pemerintah untuk mengatasi persoalan pangan di antaranya memberikan subsidi bantuan pupuk. Jangan sampai pupuk lari ke mereka yang tidak berhak. "Jika ini yang terjadi tangkap, masukkan penjara," katanya.

Pemerintah, tuturnya, juga mengucurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), terutama untuk petani. Kredit ini diberikan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Mandiri. Petani bisa memperoleh kredit dari bank itu dengan syarat yang mudah.