GORONTALO, SABTU- Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla akan menegur menteri-menterinya yang berlatar belakang partai yang mengklaim program pemerintah sebagai program partainya. "Ada (menteri) partai yang mengatasnamakan program pemerintah. Itu tidak benar. Sama seperti saya, yang saya jalankan sebagai Wapres-- tidak pernah tanpa persetujuan Presidean dan kabinet-- mengatakan itu program partai Golkar. Tidak pernah saya mengatakan itu. Jadi, kalau ada menteri yang mengatakan itu, saya akan tegur karena memakai kesempatan itu," tandas Wapres .
Hal itu disampaikan Wapres Kalla, yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar saat acara temu kader dengan partainya di Gorontalo, Jumat (18/7) malam waktu setempat. Dalam catatan Kompas, menteri berlatar belakang partai yang terkait dengan prgram pemerintah di antaranya Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf As'syari (PKS), Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali (Partai Persatuan Pembangunan/PPP), Menteri Pertanian Anton Apriyantono (PKS).
Menurut Wapres, jika dirinya mengklaim seperti itu, berarti dirinya melanggar sumpah dan janji komitmen terhadap bangsa yang diutarakan saat pelantikan. "Soal perumahan, menterinya dari Partai Keadilan Sejahtera. Akan tetapi, saya yakin, sektor perumahan itu dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Kementerian perumaham itu tidak operasional, akan tetapi dilaksanakan oleh Departemen Pekerjaan Umum (PU) dan pemerintah daearh. Jadi, sulit rasanya jika partai mengklaim seperti itu," tambah Wapres Kalla.
"Kalau partainya mengklaim, pasti bisa saja. Seperti kita dulu, yang menternya mengklaim sukses pembangunan sebagai sukses program Partai Golkar. Karena menterinya, memang dari Golkar. Tetapi, akibatnya saat krisis, orang berbalik menuduh Golkar yang membuat krisis akibat Golkar yang memerintah.
