Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 02:19 WIB
Sebanyak 61 Balita di Jabar Mengidap HIV
Cokorda Yudhistira | Jumat, 18 Juli 2008 | 16:41 WIB
|
Share:

BEKASI, JUMAT - Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jawa Barat menyebutkan, sebanyak 61 balita di Jawa Barat teridentifikasi mengidap HIV. Jumlah itu adalah akumulasi kasus yang ditemukan dalam lima tahun terakhir, sementara kasus yang baru terdata 21 balita.

Hal itu diungkapkan Julianto dari tim asistensi KPA Provinsi Jawa Barat seusai penutupan Pertemuan Regional Komisi Penanggulangan AIDS Regional III Wilayah Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Lampung di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat (18/7) siang.

Julianto menambahkan, kondisi balita tersebut umumnya terlambat diketahui. Akibatnya, tidak sedikit balita yang gagal mencapai usia satu tahun karena terlambat mendapat perawatan.

Keadaan yang lebih kurang sama terjadi di DKI Jakarta. Laporan terakhir KPA Provinsi DKI Jakarta, seperti dimuat Kompas, Selasa (15/7), menyebutkan, sebanyak 101 balita diketahui positif mengidap HIV/AIDS dan diperkirakan ada sebagian yang sudah meninggal. Jumlah tersebut adalah akumulasi tahun 2006 sampai 2007.

DKI Jakarta dan Jawa Barat merupakan dua provinsi di peringkat atas dalam jumlah kasus AIDS di Indonesia. Laporan Departemen Kesehatan sampai 31 Maret 2008 menyebutkan, kasus AIDS di DKI Jakarta mencapai 3.077 kasus, sementara di Jawa Barat 1.835 kasus.

Potensi resiko penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi dapat dikurangi apabila sang ibu memeriksakan kondisi kesehatannya dan mengikuti terapi antiretroviral (ARV) sejak awal kehamilan. "Penularan dari ibu ke bayi terjadi melalui tiga proses, yakni proses kehamilan, proses melahirkan, dan proses menyusui," kata dr Maya Trisiswati dari tim asistensi KPA Provinsi DKI Jakarta.

Kajian epidemiologi KPA Nasional tahun 1999 sampai 2020 menunjukkan akan terjadi peningkatan kasus ibu dan balita yang terpapar HIV/AIDS. Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya jumlah istri yang terinfeksi HIV dari suami atau pasangan mereka yang menjadi pelanggan penjaja seks.