JAKARTA,JUMAT - Bursa Efek Indonesia atau BEI kembali harus terpuruk di zona merah, terseret rontoknya saham-saham sektor pertambangan dan perkebunan. Sementara rupiah siang ini stabil di 9.148 per dollar AS.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG, sesi Jumat (18/7) pagi ditutup turun 15,047 poin (0,69 persen) ke posisi 2.152,666. Sedangkan indeks Kompa100 turun 1,377 poin (0,26 persen) pada 522,763. indeks LQ45 berkurang 1,664 poin (0,37 persen) menjadi 444,862. Serta Jakarta Islamic Index (JII) rontok 10,412 poin (2,85 persen) ke 355,156.
Saham-saham sektor perbankan yang hijau, masih menopang indeks dari pelemahan yang lebih dalam, akibat melorotnya saham pertambangan dan perkebunan. Pada sesi pagi ini, sebanyak 93 saham turun, 71 saham naik dan 50 saham stagna. Volume perdagangan mencapai 1,388 miliar dengan nilai Rp 2,039 triliun dari 32.986 kali transaksi.
Saham-saham yang terpuruk di top lossers Timah (TINS) turun Tp 3.100 ke Rp 30.650. Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 2.650 ke Rp 29.000. Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 2.150 ke 21.750. PT Bukit Asam Batu Bara (PTBA) turun Rp 700 ke Rp 12.950. Serta London Sumatra (LSIP) turun Rp 450 ke Rp 7.550.
Sedangkan saham-saham yang masih bertahan di zona hijau antara lain Astra International (ASII) naik RP 800 ke Rp 20.700. Bank BRI (BBRI) turun Rp 400 ke Rp 5.750. PT Gas Negara (PGAS) naik Rp 250 ke Rp 11.500. Serta Bank Danamon (BDMN) Rp 100 ke Rp 4.825.
Aura negatif tidak hanya dirasakn BEI saja, karena mayoritas bursa saham utama regional yang pada awal perdagangan sempat menghijau, saat ini juga terperosok ke zona merah.
Sampai siang ini, Indeks Hang Seng, Hong Kong, indeks Nikkei 225 Jepang, indeks Straits Times Singapura, indeks Kospi Korsel, indeks Tertimbang Taiwan, serta indeks All Ordinaries Australia harus berkutat di area negatif.

