JAKARTA, KAMIS - Microsoft akhirnya membebaskan pendaftaran layanan Live Mesh sehingga dapat diakses lebih banyak pengguna. Kebijakan tersebut diumumkan hanya selang beberapa hari setelah Apple meluncurkan layanan serupa MobileMe.
Kedua layanan memang menawarkan layanan yang membuat para penggunanya dapat berbagi dan melakukan sinkronisasi data dan aplikasi. Pengguna dapat menyimpan dokumen di mesh yang pada dasarnya merupakan folder yang dapat diakses bersama-sama secara online melalui aplikasi berbasis web.
Dibandingkan Live Mesh, saat ini MobileMe lebih banyak fitur dan memberikan kemudahan kepada pengguna untuk mengakses dari berbagai jenis perangkat. Data-data email, kontak, dan kalender dapat diakses secara berkelompok menggunakan komputer, iPhone, maupun iPod. Namun, ke depan, Microsoft menjanjikan untuk menambahkan fitur-fitur agar layanan tersebut dapat diakses melalui ponsel atau komputer yang menggunakan sistem operasi Macintosh dari Apple.
Meski demikian, Live Mesh dapat diakses secara cuma-cuma. Sedangkan MobileMe menarik bayaran 99 dollar AS setahun. Penawaran yang cukup mahal ini sempat membuat calon pengguna kecewa sebelum akhirnya Apple meminta maaf dan menawarkan uji coba secara cuma-cuma selama 30 hari.
Dengan memudahkan akses ke layanan Live Mesh, Microsoft mengklaim telah melipatgandakan jumlah penggunanya dalam minggu ini tanpa menyebut angka pasti. Semua pengguna Internet di AS yang telah memiliki identitad layanan Live langsung dapat menggunakannya. Sebelumnya, pendaftaran hanya dapat dilakukan berdasarkan undangan.
