”City Check In” Terancam Gagal
DPRD Sumatera Utara mengaku pesimistis terhadap rencana pembangunan city check in di Kota Medan menuju Bandar Udara Kuala Namu melalui jalur kereta api. Hal itu disebabkan lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan hingga kini masih menjadi sengketa. ”Kami pesimistis dengan rencana city check in karena persoalan lahan sampai kini masih mengalami kebuntuan,” ujar Ketua Komisi D DPRD Sumut, JE Lumbangaol, pada rapat dengar pendapat dengan Divisi Regional I PT KA Sumut-NAD dan Pemkot Medan, Rabu (16/7) di Medan. Ia mengatakan, rencana pembangunan fasilitas city check in di Kota Medan menemui jalan buntu karena di satu sisi pihak, PT KA, mengklaim lahan yang akan dijadikan lokasi adalah miliknya, sementara di sisi lain, Pemkot Medan, juga sudah mengantongi hak pengelolaan lahan terhadap lahan itu. Kedua pihak juga bertahan dengan klaim masing-masing. (MAR/ANTARA)
BRR Minta SDM di Nias Ditingkatkan
Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Regional VI Nias berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendukung penuh peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah kepulauan tersebut. ”Peningkatan SDM itu sangat diperlukan untuk bisa mengelola aset yang sudah selesai dibangun di Nias dan akan diserahkan semuanya pada April 2009,” kata Kepala BRR Regional VI Nias, William Sahbandar, Rabu (16/7) di Medan. Didampingi Direktur Transisi BRR NAD, Mirsa Kemala, seusai bertemu Gubernur Sumut H Syamsul Arifin, ia mengatakan, aset itu semakin bermanfaat untuk warga Nias dengan SDM yang memadai. William menjelaskan, sejak tahun 2005, BRR Nias telah membangun 14.000 unit rumah dari target 20.000 unit dan 700 unit sekolah yang akan dituntaskan pekerjaannya hingga April 2009. (MAR/ANTARA)
RSU Adam Malik Menjadi Rujukan
Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Adam Malik, Medan, direncanakan menjadi rumah sakit rujukan pusat pelayanan jantung untuk wilayah barat Indonesia. Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSU Haji Adam Malik, Azwan Hakim Lubis, Rabu (16/7) di Medan, mengatakan, penyakit jantung merupakan salah satu jenis penyakit terbesar yang menyerang warga di Indonesia. Alasan itu, kata Azwan, yang membuat manajemen rumah sakit yang sudah berusia 21 tahun pada 21 Juli 2008 tersebut memfokuskan pada layanan penyakit itu. Gubernur Sumut Syamsul Arifin mengharapkan manajemen RSU Haji Adam Malik terus meningkatkan pelayanan untuk menekan keinginan warga Sumut untuk berobat ke luar negeri. (MAR/ANTARA)

