Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 01:59 WIB
Pesawat Rusak, Atlet tak Bisa Pulang
| Rabu, 16 Juli 2008 | 23:53 WIB
|
Share:

BERAU, RABU - Puluhan atlet PON XVII dari berbagai daerah terpaksa memperpanjang waktunya di Berau, karena pesawat jenis ATR milik maskapai Riau Airlines yang akan menerbangkan ke Balikpapan mengalami kerusakan di Bandara kalimarau Berau, Rabu.

Rombongan atlet terbesar yang akan kembali ke daerahnya adalah tim selam dari DKI Jakarta dan Jawa Timur serta selebihnya perutusan wasit. Para penumpang yang batal pulang itu dijanjikan mendapatkan prioritas penerbangan pertama Kamis (17/7) dengan pesawat yang sama setelah diperbaiki.

"Sayang, pelayanan yang baik selama mengikuti PON XVII di Berau berakhir dengan kekurangnyamanan, meskipun itu bukan kesalahan panitia," kata Manajer Tim Selam Jatim, Ir.Broto Saroso, mengomentari kejadian yang mengecewakan itu.

Masalahnya, katanya, para atlet dan ofisial benar-benar lelah setelah mengikuti lomba selama sepekan. Apalagi tim selam Jatim yang berhasil keluar sebagai juara umum dengan merebut 12 emas dari 24 nomor yang dilombakan, ingin cepat-cepat tiba di Surabaya dan berkumpul kembali dengan keluarga ataupun ingin menceritakan pengalamannya.

Sementara itu para atlet juga merasa jenuh harus berlama-lama di kota Berau yang merupakan kota kecil dan tidak ada obyek wisata yang bisa dinikmati. Para tamu kendati telah berkeliling kota, tidak menemukan satupun pedagang yang menjual sovenir PON XVII.

"Satu-satunya hiburan ya makan beramai-ramai, walaupun harga makanan sangat mencekik leher. Dua kali saya ajak sekitar 20 atlet dan ofisial makan di restoran yang berbeda, habisnya sama yaitu Rp2 juta. Jadi biaya makan setiap orang rata-rata Rp100 ribu," ujarnya.

Ia berharap pesawat yang rusak cepat diperbaiki, sehingga tidak menambah biaya akomodasi dan konsumsi. Penerbangan dari Berau ke Balikpapan setiap hari hanya dilayani dua penerbangan reguler yaitu Riau Airlines dan Batavia Air. (ANT)