Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 01:53 WIB
Adaro Topang IHSG, Rupiah Stabil
Erlangga Djumena | Rabu, 16 Juli 2008 | 12:41 WIB
|
Share:

JAKARTA, RABU - Saham Adaro untuk sementara berhasil menopang Bursa Efek Indonesia dari gempuran aura negatif bursa regional yang terpuruk di zona merah. Sementara itu, rupiah pada siang ini stabil di 9.130 per dollar AS.

Indeks harga saham gabungan sesi Rabu (16/7) pagi ditutup naik 25,479 poin atau 1,15 persen ke posisi 2.240,331. Sementara itu, indeks Kompas100 naik tipis 0,883 poin (0,16 persen) pada 543,969. Indeks LQ45 meningkat 1,229 poin (0,27 persen) menjadi 462,940. Jakarta Islamic Index (JII) turun tipis 0,471 poin (0,12 persen) ke 386,940.

Saham Adaro Energy (ADRO) pada hari pertamanya melantai pada penutupan sesi pagi melejit 59,09 persen menjadi Rp 1.750 per lembar saham. Menguatnya ADRO ini ikut memicu saham-saham sektor pertambangan lainnya sehingga meski lebih banyak saham yang turun, yakni 95 saham dibandingkan dengan 67 saham naik dan 59 saham stagnan, indeks masih tetap bertahan di zona hijau.

Volume perdagangan sesi pagi mencapai 1,503 miliar saham dengan nilai Rp 2,416 triliun dari 31.766 kali transaksi.

Saham-saham yang masuk top gainers selain ADRO, antara lain PT Gas Negara (PGAS) naik Rp 300 ke Rp 11.500. Astra Agro Lestari naik Rp 200 ke Rp 25.950. PT Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke Rp 14.700. Timah (TINS) naik Rp 150 ke Rp 35.100. Bank BRI (BBRI) naik Rp 150 ke 5.350.


Adapun saham-saham top lossers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 600 ke Rp 10.500. Astra International (ASII) turun Rp 400 ke Rp 19.350. Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 6.100. Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 32.700.

Sementara mayoritas indeks regional masih terpuruk di zona merah.