DENPASAR, SELASA - Presiden Susilo Yudhoyono dan Presiden Timor Leste Ramos Horta menerima laporan Komisi Kebenaran dan Persahabatan untuk mengungkap berbagai tindak kekerasan dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia sebelum, selama, dan setelah jajak pendapat tahun 1999. Persiapan penyerahan laporan sedang dilakukan di Ruang Tabanan, Grand Hyatt, Denpasar, Bali, Selasa (15/7).
Laporan KKP dibuat atas kesepakatan kedua negara dan dilakukan dalam rentang waktu lebih dari dua tahun. Laporan akhir KKP akan diserahkan oleh Ketua KKP Timor Leste Dionisio CBS dan Ketua KKP Indonesia Benjamin Mangkoedilaga. Kedua ketua KKP ini akan memberi laporan di hadapan Presiden Yudhoyono, Presiden Horta, dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Kompas, laporan akhir KKP terdiri dari 321 halaman yang terbagi dalam tujuh bab. Laporan itu teridri dari 20 laporan komisioner. Sebanyak 10 laporan dari Indonesia dan 10 laporan dari Timor Leste. Sejumlah pejabat terkait ikut dalam proses penyerahan laporan akhir KKP. Pejabat Timor Leste yang terlihat hadir antara lain mantan PM Mari Alkatiri.
Sementara pejabat Indonesia yang ikut mendampingi Presiden Yudhoyono adalah Menko Polhukam Widodo AS, Mensekneg Hatta Rajasa, Mendagri Mardiyanto, Menlu Hassan Wirajuda, Menhan Juwono Sudarsono, Menkumham Andi Mattalata, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Kepala Polri Jenderal Sutanto, Kepala BIN syamsir Siregar, dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.
