Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 01:32 WIB
Pesta Danau Toba Digelar
Andy Riza Hidayat | Senin, 14 Juli 2008 | 19:21 WIB
|
Share:

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Salah satu sisi Danau Toba di kawasan Hotel Inna Parapat, Kabupaten Parapat. Pesta Danau Toba diharapkan menarik wisatawan. Foto diambil beberapa waktu yang lalu.

TERKAIT:

PARAPAT, SENIN - Pesta Danau Toba sebagai agenda wisata dan budaya kembali berlangsung setelah sepuluh tahun terhenti. Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin membuka pesta itu di panggung terbuka Parapat, Kabupaten Simalungun, Senin (14/7). Pesta yang menggelar aneka acara budaya dan olahraga ini akan berlangsung sampai Jumat (18/7).

"Panitia memperpanjang acara ini dua hari dari jadwal karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mereka janjikan datang pada hari itu. Rakyat perlu disentuh, pemerintah perlu dibantu. Saya meminta agar kelestarian Danau Toba dijaga," ujar  Gubernur Sumut, Syamsul Arifin, saat memberi sambutan pembukaan.

Potensi positif Danau Toba, tutur Syamsul, dia minta agar diangkat semua pihak berkepentingan. Hal-hal yang bersifat negatif, katanya, untuk sementara agar tidak dipublikasikan. Ini semua demi kemajuan pariwisata Danau Toba.

Dia kembali menyentil janji pada masa kampanye pemilihan kepala daerah sebelum terpilih menjadi Gubernur Sumut. "Jangan sampai rakyat lapar, bodoh, dan sakit. Acara seperti ini perlu mendapat dukungan," katanya. Hadir dalam acara itu Menteri Kehutanan MS Kaban, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumut Parlindungan Purba, dan Muspida Pemerintah Provinsi Sumut.

MS Kaban dalam acara itu menyerahkan 70.000 bibit pohon berbuah untuk tujuh kabupaten/kota di wilayah sekitar Danau Toba. Sebagian dari tanaman itu ditanam di sekitar tempat pembukaan pesta oleh MS Kaban dan Syamsul Arifin.

Krisis Dana

Pesta Danau Toba sempat terhenti sepuluh tahun lamanya karena persoalan dana. Pesta ini kembali digelar untuk membangkitkan kawasan wisata Danau Toba yang selama ini dinilai mati suri. Rangkaian acara pesta Danau Toba di antaranya pentas seni budaya, pameran, lomba lukis, pemilihan putri Danau Toba, festival kuliner, bhakti lingkungan, lomba renang, dan tur keliling danau. Ketua Panitia Pesta Danau Toba, Sujono Manurung mengatakan acara ini juga dihadiri perwakilan dari Provinsi Banten dan Papua.

Wisatawan asal Belanda, Elze Stolze merespon positif acara ini. Dia yang datang bersama istri dan anaknya merasa terhibur. Elze m engaku datang ke Danau Toba setelah melihat brosur tempat tujuan wisata di Indonesia. "Agenda acara ini positif. Saya mengharapkan lebih sering digelar," tutur pria yang datang sejak Sabtu pekan lalu.

Kendati berlangsung meriah, acara ini tidak lepas dari kritik budayawan Sumut. Pengamat Budaya Batak Thomson HS mengatakan unsur budaya lokal yang digelar di pesta kali ini kurang kaya. Thomson menuturkan, panitia mestinya bisa menggali kekayaan budaya Batak lebih banyak. "Di pembukaan acara kita lihat unsur budaya Toba, Simalungun, dan Melayu tampil. Tetapi mana budaya Karo dan Pakpak Bharat di acara ini," katanya.

Sebagai bentuk kritik, mereka menggelar acara tandingan yang bertajuk Save The Tao mengelilingi Danau Toba. Acara ini sengaja digelar untuk menggali potensi budaya lokal sekitar Danau Toba. "Kami tidak ingin banyak seremonial, kita lihat langsung bagaimana kekayaan budaya Toba," katanya.