Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 01:30 WIB
Presiden: Simpati Saja Tak Cukup untuk Palestina
Wisnu Nugroho A | Senin, 14 Juli 2008 | 12:40 WIB
|
Share:

GETTY IMAGES/ CHRIS McGRATH
Susilo Bambang Yudhoyono

TERKAIT:

JAKARTA, SENIN - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka New Asia Africa Strategic Partnership (NAASP) Ministerial Meeting on Capacity Building for Palestine di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/7).

Presiden mengatakan, simpati tidak cukup untuk masa depan kemerdekaan negara Palestina. "Di masa sekarang, kita tidak cukup dengan mengekspresikan simpati untuk Palestina. Afrika Selatan dan Indonesia serta negara Asia dan Afrika lain mengambil langkah konkret untuk memperkuat rakyat Palestina di beragam bidang untuk mempersiapkan berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat," ujar Presiden.

Presiden mengemukakan, NAASP menyerukan kepada komunitas internasonal untuk memastikan implementasi peta jalan untuk perdamaian yang telah diformulasikan empat pihak, yaitu PBB, Uni Eropa, AS, dan Rusia pada tahun 2003.

Presiden tak ragu sedikit pun bahwa akan mencapai banyak hal lewat inisiatif yang dibuat untuk Palestina. Indonesia membantu pelatihan 1.000 aparatur selama lima tahun sebagai bagian dari upaya pembangunan kapasitas untuk kemerdekaan dan kedaulatan Palestina. Palestina membutuhkan 10.000 aparat untuk kemerdekaan dan kedaulatan negeri itu.

Presiden mendukung penuh kemerdekaan dan kedaulatan negara Palestina dalam waktu dekat. Menurut konferensi Anapolis, kemerdekaan dan kedaulatan negara Palestina akan diwujudkan akhir 2008. "Kemerdekaan dan kedaulatan Palestina harus diprioritaskan dan diwujudkan sesegera mungkin," ujar Presiden.