SEMARANG, RABU- Pengusaha Jawa Tengah yang tergabung dalam Aosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Kamis (10/7) besok, akan bertemu PLN untuk membahas solusi bersama mengatasi dampak pemadaman listrik. Gubernur Jateng Ali Mufiz menjadi fasilitator dalam pertemuan itu.
Sebelumnya, Gubernur Ali Mufiz dijadwalkan akan mempertemukan pengusaha dan PLN pada Rabu ini, tetapi pertemuan ditunda satu hari untuk menyesuaikan jadwal masing-masing pihak. "Pertemuan antara pengusaha dan PLN akan berlangsung di ruang Gubernur pada Kamis siang," kata Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Badan Penanaman Modal (BPM) Jateng Nunik Rahayu, Rabu (9/7) di Semarang.
BPM Jateng turut memprakarsai pertemuan Gubernur dengan wakil dari pengusaha dan PLN karena melihat dampak pemadaman listrik terhadap iklim usaha dan iklim investasi di Jateng. Akibat pemadaman listrik bergilir sejak Mei lalu, setidaknya sudah ada lima investor yang menunda relokasi usahanya dari wilayah Jabotabek ke Jateng.
Dengan kehadiran Gubernur Ali Mufiz, pertemuan diharapkan bisa menghasilkan solusi bersama sehingga masalah defisit listrik yang dialami PLN tidak merugikan dunia industri.
Ketua Apindo Jateng Djoko Wahjudi mengatakan, dalam pertemuan itu ia berharap agar PLN bersedia lebih berkorban. Hal itu misalnya bisa dilakukan dengan menurunkan tarif listrik. PLN juga semestinya memberikan insentif kepada para pengusaha yang rugi miliaran rupiah akibat pemadaman listrik tak terjadwal. "Dengan begitu pengusaha bisa menutupi kerugiannya," ujarnya.
Selain itu, dari pertemuan itu PLN diharapkan bisa memberikan jadwal pemadaman listrik yang lebih pasti sehingga pengusaha bisa menyesuaikan jadwal produksi dengan jadwal pemadaman.
Awal Juni lalu, sejumlah pengusaha anggota Apindo dan API sebenarnya telah mendapat jadwal pengurangan daya listrik dari PLN. Namun menurut para pengusaha, jadwal tersebut tidak ditepati oleh PLN.

