JAKARTA, RABU - Lobi selama 15 menit yang diberikan pimpinan rapat Agung Laksono kepada perwakilan fraksi dalam Tim Pansus Hak Angket BBM tak kunjung usai.
Hingga pukul 12.15 WIB, lobi masih terus berlangsung di Ruang KK 2, Gedung Bulat DPR. Padahal, lobi dimulai pukul 11.25, Rabu (9/7). Lobi itu dilakukan untuk membahas mekanisme dan formasi pimpinan pansus. Sebelumnya, seluruh fraksi yang berjumlah 10 memberikan pandangannya tentang tawaran formasi pimpinan pansus.
Pimpinan pansus terdiri dari 1 orang ketua dan 4 wakil ketua. Tawarannya, apakah ditentukan secara proporsional berdasarkan jumlah anggota fraksi atau diputuskan melalui musyawarah mufakat. Hampir seluruh fraksi menghendaki musyawarah mufakat. Ketua Fraksi PKS mengatakan, jika secara proporsional, maka fraksinya tidak akan mendapat kesempatan.
Juru bicara dari F-PDIP Panda Nababan secara terang-terangan mengusulkan agar fraksinya saja yang menjadi ketua. "Sejak awal kami ikut mengawal hak angket. Jadi, kami saja yang menjadi ketua. Usulan ini agar dimusyawarahkan," kata Panda.
Menanggapi keinginan F-PDIP, Ketua Fraksi Golkar Priyo Budi Santoso menanggapi. "Kami hormati keinginan kawan dari PDI-P yang ingin menjadi ketua. Kami pikir, kami juga berhak di posisi itu karena tidak ada sesuatu yang dilanggar. Itu hak demokrasi kita," ujar Priyo.
Dari pintu kaca ruang KK 2, Priyo, Effendi Choirie ( Ketua F-KB), Syarif Hassan (Ketua Fraksi Demokrat), dan Ganjar Pranowo (F-PDIP) terlihat serius berbincang. (ING)

