Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 08:06 WIB
Industri Diminta Hemat Listrik 50 Persen
| Rabu, 9 Juli 2008 | 12:11 WIB
|
Share:

BANJARMASIN POST/APUNK
Sejumlah pedagang kue di Jalan H Adenansi, Banjarmasin, Kalsel terpaksa berjualan kue menggunakan alat penerang seadanya saat lampu listrik padam, Senin (18/2). Pemadaman listrik secara bergiliran oleh PT PLN Wilayah Kalselteng yang setiap tahun terjadi sangat dikeluhkan warga dan berdampak pada dunia usaha.

TERKAIT:

JAKARTA, RABU - PT Perusahaan Listrik Negara meminta pelanggan industri, mal, dan perkantoran untuk menghemat pemakaian listrik sebesar 50 persen dari kondisi normal selama proses pemeliharaan fasilitas Pembangkit Listrik Tanjung Priok dan Pembangkit Listrik Muara Karang, Jakarta.

Hal itu sebagai upaya untuk mengindari luasnya daerah yang terkena pemadaman listrik akibat defisitnya daya listrik karena adanya pemeliharaan kedua pembangkit tersebut, yang meyebabkan terhentinya pasokan gas BP West Java ke Pembangit Muara karang dan Pembangkit Tanjung Priok. "Pada prisipnya, PLN tidak menginginkan pemadaman," tutur General Manager PT PLN Distribusi Jakarta dan Tangerang Purnomo Willy di Jakarta, Rabu (9/7).

Sementara itu, bagi pelanggan umum, ia juga meminta untuk mengurangi pemakaian listriknya antara lain dengan mengatur penggunaan air conditioner pada temperatur 25 derajat celsius, mematikan lampu dan peralatan listrik yang tidak perlu, serta menggunakan lampu dan peralatan yang hemat listrik. (M11-08)