Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 07:54 WIB
Menhub: Obyek Vital Transportasi Jangan Padam
Hendra Gunawan | Selasa, 8 Juli 2008 | 15:27 WIB
|
Share:

KOMPAS/AGUS SUSANTO
Warga melintas di samping papan pengumuman KRL tak beroperasi di Stasiun Klender, Jakarta Timur, Jumat (30/5). Enam pemberangkatan KRL tujuan Bekasi-Jakarta Kota dan Jakarta Kota-Bekasi dibatalkan mulai pukul 11.47 sampai 14.40 menyusul tegangan PLN 20 kilovolt suplai untuk gardu listrik Kranji mati karena gangguan listrik di PLTGU Muara Tawar.

TERKAIT:

Laporan Wartawan Persda Network Hendra Gunawan

JAKARTA, SELASA - Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal meminta kepada PT Perusahaan Listrik Negara untuk tidak menjadikan obyek-obyek vital transportasi dalam area pemadaman listrik. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kecelakaan dan mengurangi kerugian akibat tidak beroperasinya obyek vital tersebut.

Ada beberapa insiden akibat mati lampu. Menhub mengatakan pernah terjadi kereta anjlok akibat traksi motor KRL mogok di Bekasi belum lama ini. Selain itu, juga pernah terjadi lampu padam di Bandara Hasanuddin Makassar, yang mengakibatkan administrasi bandara dan peniketan yang terganggu. "Saya sudah meminta agar fasilitas vital kita bersih dari pemadaman. Kalau KRL jangan dipakai giliran pemadaman," kata Jusman di Jakarta, Selasa (8/7).

Menurut Jusman saat ini penggunaan moda transportasi KA sudah mulai meningkat seiring dengan naiknya harga tiket pesawat. "Agar jangan sampai ada gangguan pada saat orang sudah mulai memilih untuk menumpang KA," ujarnya.

Selain untuk fasilitas KA dan stasiun, Menhub meminta fasilitas lainnya diperlakukan sama seperti bandara dan pelabuhan. Fasilitas tersebut sangat vital, apabila terjadi pemadaman bergilir, kerugian yang akan terjadi akan banyak. Pihak PLN sendiri, kata Menhub, menyatakan akan mengupayakan agar tidak terjadi pemadaman di lokasi-lokasi penting tersebut. PLN menyatakan akan melayani secara maksimal agar obyek vital itu bisa terus terang.