SOFIA, SABTU - Ledakan kuat terjadi di sebuah gudang tua amunisi di pinggiran timur Chelopechene, luar kota Sofia, ibu kota Bulgaria, Jumat (4/7). Seorang pejabat tinggi militer yang bertanggung jawab menjaga fasilitas itu mengundurkan diri akibat insiden tersebut.
Kementerian pertahanan menyatakan, gudang tersebut merupakan tempat penyimpanan amunisi infanteri dan artileri, bom, granat, detonator, peledak, dan bahan peledak lainnya. Persenjataan itu sebagian besar berasal dari zaman Uni Soviet yang dibawa ke sana untuk dinonaktifkan.
Ledakan begitu keras hingga getarannya menghancurkan kaca-kaca jendela dan menggetarkan sejumlah bangunan yang berjarak beberapa kilometer. Meski ledakan itu berkekuatan besar, hanya dua orang cedera akibat pecahan kaca yang berhamburan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Bandara Sofia, yang juga terletak di sebelah timur kota itu, ditutup sepanjang hari. Pesawat-pesawat yang datang dari luar negeri dialihkan ke landasan di daearh Plovdiv, sekitar 150 kilometer ke arah timur. Namun, aktivitas bandara kembali normal pada malam hari setelah landasan pacu dan kawasan sekitarnya dipastikan bebas dari dampak ledakan.
Sekitar 1.700 orang yang tinggal dalam radius tiga kilometer dari gudang diungsikan sebab khawatir ledakan lebih lanjut akan merusak rumah mereka atau terdapat bahan peledak di daerah tersebut yang rawan meledak. Setelah situasi dipastikan aman, penduduk yang diungsikan diizinkan kembali ke rumah-rumah masing-masing.
Ledakan itu diduga terjadi karena kondisi penyimpanan yang buruk.Wakil Kepala Staf Rumen Zokov yang bertanggung jawab atas operasional gudang tersebut mengundurkan diri akibat insiden tersebut.
