ASADABAD, JUMAT - Sebanyak 22 penduduk, termasuk wanita dan anak-anak, tewas akibat serangan udara tentara pimpinan AS di propinsi Nuristan, Afganistan bagian timur, Jumat (4/7). Serangan itu terjadi di jalanan daerah Want, saat korban warga sipil itu melintas dengan dua buah kendaraan.
"Warga itu sedang meninggalkan daerah tersebut karena mereka disuruh tentara pimpinan Amerika Serikat yang akan melancarkan gerakan terhadap Taliban," kata kepala daerah setempat, Zia-Ul Rahman. Ia mengatakan penduduk itu berada dalam dua kendaraan saat dibunuh oleh serangan udara tersebut.
Tentara AS memastikan serangan ke daerah tersebut, tapi menolak tudingan menyebabkan penduduk sipil terluka. Disebutkan bahwa serangan itu merupakan jawaban atas serangan pejuang terhadap tentara Pasukan Bantuan Keamanan Asing (ISAF) pimpinan persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO.
"Pos tempur terdepan ISAF RC-Timur di propinsi Nuristan mendapatkan tembakan tak langsung dari milisi pada hari ini. Helikopter sekutu dipakai untuk membantu menemukan pejuang itu. Milisi itu bergerak dengan dua kendaraan ketika helikopter tempur Sekutu menghancurkannya dan membunuh milisi tersebut. Tak ada laporan tentang penduduk luka," demikian pernyataan tersebut.
Sekutu pimpinan AS dan tentara Afgan pada malam itu meronda di Khogyani ketika melihat pejuang memasang bom di jalan. Mereka menembak dan membunuh pejuang itu di tempat, yang diikuti tembakan susulan dari pangkalan sekutu atas dugaan tempat persembunyian Taliban di daerah tersebut.
Peristiwa itu terjadi di antara lonjakan kekerasan di Afganistan dalam dua tahun terahir, masa paling berdarah sejak penggulingan pemerintah Taliban pada 2001. Penduduk dibunuh tentara asing merupakan persoalan peka di Afganistan, karena menurunkan dukungan umum atas kehadiran sekitar 71.000 tentara asing di negara itu dan pemerintah Presiden Hamid Karzai.
Dalam enam bulan pertama tahun ini, 698 penduduk terbunuh, 255 di antara mereka oleh pemerintah Afgan dan tentara asing. Pada periode yang sama tahun lalu, PBB mencatat 430 penduduk terbunuh.
