JAKARTA, JUMAT - Bahan peledak yang dipakai oleh teroris kelompok Palembang untuk merakit bom di suplay dari Jawa Tengah. Diduga, teroris Jawa Tengah yang selama ini berbasis di wilayah Solo, Wonosobo, dan semarang, mengalihkan persediaan bahan peledaknya ke Palembang pasca penangkapan besar-besaran tokoh-tokoh di daerah ini.
Kepastian suplay bahan peledak bom teroris kelompok Palembang ini disampaikan oleh Kapolri Jendral Sutanto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (4/7). Hanya saja Kapolri tidak menyebutkan secara spesifik asal bahan peledak tersebut. Ia hanya menyebut bahan peledak tersebut dari Jawa Tengah.
"Bahan peledak termasuk distribusinya dari Jawa. Masih didalami," kata Kapolri ketika didesak untuk mengungkapkan asal suplay bahan peledak.
Namun Kapolri tidak membantah ketika dikonfirmasi apakah bahan peledak itu berasal dari kelompok Semarang dan Wonosobo yang mengalihkan persediaan bahan peledaknya setelah para pimpinannya, termasuk Panglima JI Abu Dujana, ditangkap. "Yang jelas distribusi mereka ada," kata Kapolri.
Kapolri juga mengungkapkan, hasil rakitan bom kelompok Palembang ini jauh lebih dahsyat dibanding bom teroris yang telah diledakkan di Bali atau tempat lain di Indonesia. Hasil rakitan kelompok Palembang ini lebih canggih lagi dan dimodifikasi dengan peluru di dalamnya. Sehingga bila sampai meledak, dampaknya akan luar biasa.
"Mereka sudah memodivikasi rakitan bom dengan peluru. Akibat ledakannya bisa jauh lebih besar dengan bom yang di Balia," katanya.
Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Abubakar Nataprawira dengan jelas mengungkapkan bahwa kelompok Palembang terkait dengan kelompok Wonosobo dan Semarang yang telah ditangkap dalam serangkaian penggrebekan beberapa waktu lalu.
Diduga fasilitas pelatihan merakit bom didapat dari kelompok Jawa Tengah, yang selama ini berbasis di Solo, Wonosobo dan Semarang. Sementara pelatihnya, tersangka beribisial MH, berasal dari jaringan JI di Singapura yang dipimpin oleh Mas Slamet Kastari.
"Kelompok Palembang terkait dengan Noordin M Top dan Jaringan JI di Jawa Tengah, yakni di Wonosobo dan Semarang. Mereka juga terkait jaringan JI di Singapura," kata Abubakar. (Persda network/sugiyarto)

