Laporan wartawan Kompas Anita Yossihara
MERAK, KAMIS- Ribuan truk kembali mengantre di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, sejak Kamis (3/7) dini hari tadi. Para sopir truk sempat marah, karena harus mengantre lama meski sudah membayar dengan tarif baru yang jauh lebih mahal dari tarif sebelumnya.
Antrean kendaraan sekitar empat kilometer di luar pintu masuk pelabuhan mulai terjadi pada dini hari hingga siang hari tadi. Antrean kendaraan di luar pelabuhan, berangsur-angsur habis sekitar pukul 13.00, tetapi hingga sore ini kepadatan masih terlihat di sejumlah tempat parkir di depan empat dermaga Pelabuhan Merak.
Dari pemantauan Kompas, antrean kendaraan terjadi akibat kurangnya jumlah kapal roll on roll off (roro) yang dioperasikan, atau hanya 18 dari 29 kapal yang ada. Ditambah lagi, kapal-kapal yang beroperasi umumnya yang yang memiliki kapasitas angkut sedikit. Saat ini, lima kapal roro di antaranya tengah menjalani perawatan doking, dan enam lainnya sedang menjalani perawatan rutin atau engker.
Kondisi itu sempat membuat para sopir marah, lantaran sudah membayar dengan tarif baru yang 11 persen lebih mahal dari sebelumnya. Sekitar pukul 11.30, keributan sempat terjadi di depan Dermaga III dan Dermaga IV. Para sopir sengaja membunyikan klakson kendaraan mereka bersama-sama sehingga suasana menjadi hiruk pikuk.
"Sudah bayar mahal, masih harus antre lama. Bayarnya juga tekor pakai duit sendiri," teriak Dami, salah seorang sopir truk pengangkut barang kelontong dengan tujuan Palembang.

