Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 07:07 WIB
Banyak yang Tak Percaya Bulyan Ditangkap KPK
Faisal Umar | Selasa, 1 Juli 2008 | 23:01 WIB
|
Share:

PEKANBARU, SELASA - Banyak pihak yang tidak percaya anggota DPR-RI dari Fraksi PBR H Bulyan Royan ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apalagi, di saat tahu penangkapannya terkait kasus suap senilai US 60 ribu atau 10 ribu Euro pengadaan kapal patroli di Ditjen Perhubungan laut.

"Saya sangat terkejut saat mendengar informasi H Bulyan ditangkap KPK. Saya juga tidak percaya, kalau H Bulyan Royan sampai terjerumus seperti itu. Saya coba melakukan kroscek dengan menelponya, tapi dua buah nomornya tidak bisa dihubungi. Sebab Sabtu (28/6) dan Ahad (29/6), dia masih di Pekanbaru," ucap sahabatnya, Edy Mohd Yatim saat dikonfirmasi Tribun, Selasa (1/7).

Edy yang mengaku kenal akrab dengan H Bulyan Royan ini, melihat sosoknya sebagai seorang yang memiliki prinsip. Ia mengenal H Bulyan Royan sebagai seorang yang humoris, ceria dan memiliki integritas. Dalam kehidupan sehari-hari H Bulyan sangat hati-hati, tidak mau berbuat di luar koridor yang tidak diperbolehkan.

"Lagi pula dia merupakan orang yang berduit, mantan pengusaha ternama di Provinsi Riau. Begitu juga orangtuanya alm Arroyan meninggalkan banyak warisan kepada anak-anaknya. Saya tidak percaya, dia sampai tergoda dengan seperti itu. Saya yakin dia masih memiliki komitmen," ujar Edy yang pernah malang melintang di Partai Bintang Reformasi (PBR) Kota Pekanbaru ini.

Edy melanjutkan, suatu hari dulu Edy pernah bercerita dengan H Bulyan Royan. Dalam cerita lepas tersebut, H Bulyan pernah mengungkapkan bagaimana kehidupan anggota DPR-RI di Jakarta. "Tak bisa diikuti kehidupan DPR ini. Semuanya banyak yang tak jelas. Saya lihat orang-orang bukannya memikirkan rakyat, justru banyak yang memikir kepentingan sendiri. Saya kalau bisa selesai periode ini udahlah. Saya mau fokus mengurus pesantren saja," ungkap Edy menirukan gaya bicara H Bulyan yang humoris tersebut.

Bulyan Royan beberapa tahun setelah duduk di DPR-RI memutuskan mendirikan pondok pesantren di dalam komplek rumahnya di Jalan Swakarya No 117 Panam. Saat ini pesantren yang dinamakan Ar royan Islamic School tersebut belum rampung. Bulyan pernah berniat akan membenahi pesantren tersebut.

Sebelum berangkat ke Jakarta kemarin, Edy sempat berdialog dengan H Bulyan Royan. Hal ini terkait proses pencalonan adik kandungnya, H Ismail Royan pada bursa pencalonan Pilgubri 2008. Sebab, dalam pencalonan adiknya tersebut, ia dipercaya untuk mengurusnya.

"Sudah makin tak jelas nampaknya sekarang ini. Masa untuk mencalonkan diri, diminta uang hingga miliaran rupiah," ungkap Edy, yang selalu kontak dengan H Bulyan Royan ini. Edy menilai penangkap H Bulyan Royan lebih kental nuansa politisnya. Terlepas dari permasalahan kasusnya, Edy masih menaruh rasa ragu kebenaranya. Untuk itu, dia berniat akan berangkat ke Jakarta menjumpai sahabatnya tersebut.

Hal senada juga diungkapkan oleh Desni, teman sekelas Bulyan Royan sewaktu bersekolah di SDN 08 Pekanbaru. Dia mengenal, Bulyan Royan sebagai anak yang suka bercanda di sekolah. Dia paling suka mentraktir kawan-kawannya di sekolah. Maklumlah, dia berasal dari keluarga kaya. "Memang, Bulyan pada waktu kecil suka usil. Terkadang dia suka mengejek teman-temannya. Saya serasa tidak percaya kalau dia bisa sampai terjerumus dengan isu suap tersebut," ungkapnya.
 
Rasa tidak percaya tersebut juga diungkapkan tetangga H Bulyan Royan di Jalan Kenanga Pasar Kodim, Popai. Bulyan dibesarkan bersama adik-adiknya di Jalan Kenanga persimpangan Jalan Melati ini.

"Keluarga almarhum Arroyan dikenal sebagai dermawan di wilayah ini. Mereka juga merupakan keluarga yang taat beragama. Ini dibuktikan dengan Ponpes Babussalam yang berdiri megah di Panam sana. Warga di sini banyak yang mendapatkan bantuan dari Pak Arroyan," ungkapnya.

Muhammadun Royan SE, saudara kandung H Bulyan Royan melalui selulernya mengungkapkan, saat ini dirinya masih berada di Jakarta. Ia tak banyak mau berkomentar tentang penangkapan saudara kandungnya tersebut.

"Saya belum bisa berkomentar tentang ini. Yang jelas kita ikuti saja proses hukumnya dulu," ujarnya singkat. Pantauan Tribun Pekanbaru di kediaman H Bulyan Royan di komplek Ponpes Ar royan Islamic School di Jalan Swakarya No 117 Panam terlihat sepi. Saat ini musim liburan sekolah, siswa pesantren banyak yang pulang ke rumah. Di dalam komplek pesantren yang ada kediamannya tersebut hanya terlihat beberapa guru yang sedang menerima siswa baru.

"Pak Bul dan Bu Mayarni udah berangkat ke Jakarta dari kemarin. Rumah ini jarang ditempati, sebab sehari-hari mereka tinggal di Jakarta. Mereka ke Pekanbaru di saat liburan atau masa reses saja," ungkap Nandang, guru di komplek Ponpes tersebut.

Sumber :
Tribun Pekanbaru