JAKARTA, SELASA - Pascatertangkapnya anggota Komisi V DPR, Bulyan Royan, atas dugaan menerima suap pengadaan kapal patroli Ditjen Perhubungan Laut kemarin, Badan Kehormatan (BK) akan segera menemui Pimpinan DPR. Wakil Ketua BK Gayus Lumbuun untuk kesekian kalinya prihatin atas peristiwa yang kembali berulang. Pertemuan dengan Pimpinan DPR akan dilakukan setelah sidang paripurna, Selasa (1/7) siang.
Setelah paripurna siang ini, pimpinan BK akan menemui pimpinan Dewan untuk menentukan sikap DPR. Walaupun belum ada aduan, tapi pemberitaan sudah demikian luasnya sehingga harus ditindaklanjuti. "Kami akan meminta pendapat pimpinan, dan kami berharap seperti biasanya, pimpinan akan meminta BK untuk mengambil langkah pengusutan dengan berkoordinasi dengan KPK," ujar Gayus saat dihubungi Kompas.com, Selasa (1/7) pagi.
Dalam upaya pengusutan, langkah pertama adalah berkoordinasi dengan KPK yang menangani kasus ini. Selanjutnya meminta keterangan dari komisi terkait, di mana Bulyan Royan bertugas. Gayus menegaskan, BK akan memberikan sanksi tegas jika ditemukan adanya pelanggaran etika.
Peristiwa tertangkapnya anggota DPR atas dugaan menerima suap bukan yang pertama kali. Tak adakah upaya yang bisa dilakukan BK untuk memberikan efek jera? "BK bukan dalam kapasitas untuk memberikan arahan kepada anggota Dewan terkait dengan etika. BK hanya diarahkan untuk menjatuhkan sanksi atas tindakan yang menyimpang dari etika," kata anggota F-PDIP ini.

