Kamis, 9 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 9 Februari 2012 | 02:34 WIB
Besok Elpiji Naik 17,6 Persen
Erlangga Djumena | Senin, 30 Juni 2008 | 07:06 WIB
|
Share:

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Pekerja mengangkut tabung elpiji kosong 12 kilogram di salah satu penyalur elpiji Pertamina di kawasan Cinangka, Depok, Jawa Barat, Rabu (25/6). Lebih dari 2.000 tabung elpiji kosong akan diisi ulang di LPG Filling Plant Pertamina, Tanjung Priok, untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Depok dan sekitarnya.

TERKAIT:

JAKARTA,SENIN - Mulai Selasa (1/7), PT Pertamina (Persero) menaikkan harga elpiji 12 kilogram dari Rp 51.000 per tabung menjadi sekitar Rp 60.000 per tabung.  Hal itu seiring dengan dinaikkannya harga resmi elpiji per kilogram sebesar 17,6 persen, dari Rp 4.250 menjadi sekitar Rp 5.000 per kilogram.

Menurut Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Faisal pekan lalu, kenaikan harga elpiji kali ini belum memperhitungkan tingginya harga elpiji Internasional, tetapi baru untuk mengimbangi kenaikan harga transportasi dan biaya pengisian elpiji akibat kenaikan harga BBM. "Apa kalian tega, kuli-kuli yang mengangkut tabung elpiji upahnya tidak naik?" katanya.

Faisal menyebutkan, idealnya, harga elpiji juga mengikuti kenaikan harga minyak di pasar internasional yang saat ini sudah menembus level 140 dollar AS per barrel. "Harga jual elpiji yang ideal itu lebih dari Rp 9.000 per kg. Sementara Anda beli cuma seharga Rp 4.250 per kg," kataNYA.

Hal senada juga disampaikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Ari H. Soemarno. Menurutnya yang paling memberatkan Pertamina adalah melonjaknya biaya transportasi elpiji gara-gara kenaikan harga BBM.

Ditegaskan Ari, karena pemerintah hanya mengatur harga elpiji tabung 3 kg saja, yang menjadi bagian program konversi minyak tanah ke elpiji. Sementara elpiji ukuran 12 kg dan 50 kg sepenuhnya adalah produk Pertamina, maka pihaknya pihaknya berhak menaikkan harga elpiji yang banyak dipakai rumah tangga itu.  "Pertamina harus menyesuaikan harganya dengan kenaikan berbagai biaya," katanya.