Minggu, 20 April 2014

News / Internasional

Bisnis Lesu, Bordil Beri Diskon dan Voucher BBM

Senin, 30 Juni 2008 | 03:49 WIB

Baca juga

HARGA minyak yang melambung menghantam semua profesi di muka bumi, termasuk yang tertua di dunia, yaitu prostitusi. Tidak ada cara lain untuk mempertahankan bisnis kecuali lewat promosi dan diskon.

Di Nevada, rumah-rumah bordil yang selama ini mengandalkan pelanggan sopir truk harus bersiasat lebih cerdik karena para pelanggan setia mereka berkurang. Apalagi kalau bukan karena anggaran mereka untuk bersenang-senang berkurang. Bisnis ini di Nevada berkurang 25 persen dibandingkan tahun lalu.

Geoffrey Arnold, presiden Asosiasi Pemilik Bordil Nevada, mengatakan, 75 persen pelanggan mereka adalah para trucker (sopir truk) yang membelanjakan uangnya di rumah-rumah bordil pedesaan di sepanjang Jalan Antarnegara Bagian 80 dan Jalan Bebas Hambatan 95. Umumnya, mereka adalah para trucker independen yang harus mengeluarkan duit dari kantong sendiri untuk membeli BBM.

Arnold memiliki dua rumah bordil, Donna's Ranch di Wells dan Donna's Battle Mountain Ranch. Omzet bisnis di kedua tempat itu merosot 19 persen. "Kami juga terimbas perekonomian seperti yang lain. Sekarang semakin berat, dan para trucker tak punya banyak uang. Mereka tidak lagi royal seperti dulu," kata Arnold, Minggu (29/6).

Harga minyak solar di AS meningkat 67,5 persen dari tahun lalu. Dampaknya langsung terasa di rumah bordil pedesaan. Dari 28 rumah bordil yang legal di Nevada, 16 di antaranya ada di pedesaan yang mengandalkan pemasukan dari syahwat sopir truk. Kondisi sebaliknya terjadi pada rumah bordil dekat Reno atau Las Vegas yang justru naik omzetnya karena mengandalkan turis dan para 'tukang rapat'.

Di Amerika, hanya Nevada yang membolehkan prostitusi di rumah bordil. Namun, tidak semua county mengizinkan rumah syahwat ini beroperasi. Dari 17 county, hanya 10 yang membebaskan bisnis ini. Namun, rumah bordil juga tidak boleh beroperasi di kawasan metropolitan Reno dan Las Vegas.

Namun, orang-orang di bisnis ini tidak mau menyerah begitu saja. Bordil Shady Lady Ranch yang omzetnya turun 5 persen tahun ini akan menawarkan kartu BBM senilai 50 dollar apabila pelanggan mereka mau menghabiskan 300 dollar. Sedangkan pelanggan yang belanja 500 dollar mendapat voucher 100 dollar.

Tidak cuma sampai di situ strategi pengelola rumah bordil yang terletak sekitar 240 km utara Las Vegas itu. Mereka menawarkan diskon bulanan, termasuk layanan 45 menit dengan tarif 175 dollar, dipotong dari tarif biasanya yang mencapai 200 dollar.

"Semua pemasukan yang tidak tetap merosot. Yang biasanya menghabiskan 500 dollar jadi hanya mau belanja 300 dollar. Itu yang terjadi tiap ada kenaikan harga minyak," kata pemilik Shady Lady, Bobbi Davis.

Moonlite BunnyRanch punya cara lain. Rumah bordil dekat Carson City itu akan memberikan layanan dua kali lipat bagi 100 pelanggan pertama yang datang dengan menggunakan cek stimulus dari pemerintah. "Kami menyebutnya stimulus ganda. Industri bordil harus lebih kreatif, seperti produk-produk lain di Amerika. Setiap orang harus berusaha dan kami akan melakukan hal yang sama," kata Dennis Hof, pemilik BunnyRanch.

Sedangkan Sue's Fantasy Club di Elko lebih tenang. Bordil ini tidak perlu meningkatkan promosi karena tidak menggantungkan diri pada trucker, kata sang manajer yang hanya menyebut namanya Victoria.  Omsetnya justru meningkat sebagai dampak membaiknya perekonomian setempat yang terdongkrak oleh sektor pertambangan dan naiknya harga emas. "Kami akan kena dampaknya juga bila mengandalkan sopir truk," kata Victoria.

Sejak Januari, jumlah truk panjang yang bergarasi di Nevada berkurang hingga 1.400 unit, atau 12 persen dari jumlah totalnya, kata Paul Eons dari Asosiasi Transportasi Nevada.

Arnold memprediksi industri itu akan terus merosot untuk sementara waktu, tetapi tetap bertahan. "Pelanggan memang semakin mengurangi uang yang dibelanjakan, tetapi rumah bordil akan tetap ada. Setelah makan, setidaknya untuk laki-laki, aktivitas paling penting adalah seks. Seks tidak akan hilang," kata Arnold.

Penurunan omset itu juga terjadi karena semakin banyaknya perempuan yang memilih bekerja sebagai pekerja seks legal, kata Arnold. "Ketika bisnis perempuan pendamping dan klub penari telanjang tidak beranjak, semakin banyak perempuan yang masuk industri ini," kata Arnold.
     


Editor :
Sumber: