Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 06:47 WIB
Tak Kenal Malu, Mugabe Justru Bangga Kembali Jadi Presiden
Jimmy Hitipeuw | Minggu, 29 Juni 2008 | 22:09 WIB
|
Share:

GETTY IMAGES/MAX NASH
Seorang demonstran yang mengenakan topeng Presiden Robert Mugabe berunjuk rasa dI depan kantor Kedutaan Besar Zimbabwe di London, 27 Juni 2008, untuk mengejek pemilihan umum putaran kedua Zimbabwe dengan kandidat tunggal presiden Zimbabwe tersebut.

TERKAIT:

HARARE, MINGGU - Presiden Zimbabwe Robert Mugabe siap untuk dilantik dengan masa jabatan baru Minggu (29/6). Pelantikan itu sekaligus memperpanjang masa kekuasaan Mugabe yang telah berlangsung hampir 3 dasawarsa.

Rencana pelantikan tersebut bahkan telah diumumkan sebelum diadakan pemilihan presiden putaran kedua Jumat (27/6). Robert Mugabe merupakan kandidat tunggal pemilihan presiden putaran kedua itu setelah rivalnya pemimpin oposisi  Morgan Tsvangirai mengundurkan diri karena aksi kekerasan yang berlangsung menjelang pemilihan presiden.

Lebih dari 80 orang tewas dan sekitar 200.000 orang terpaksa melarikan diri meninggalkan kediaman  mereka karena khawatir akan aksi intimidasi dan kekerasan yang dilancarkan oleh simpatisan partai berkuasa. Beberapa pemimpin negara mengecam pemilihan presiden yang diwarnai kebrutalan aksi pendukung partai berkuasa terhadap pendukung oposisi. Kelompok Hak Asasi Manusia Human Rights Watch  menerangkan pendukung Mugabe memukuli warga yang tidak dapat membuktikan diri telah mengikuti pemilihan presiden putaran kedua.

Morgan Tsvangirai menerangkan hampir 90 pendukungnya tewas terbunuh oleh milisi dukungan pemerintah. Pemimpin oposisi itu menyebut pelantikan Mugabe untuk masa jabatan yang baru sebagai suatu peristiwa yang kehilangan artinya. Mugabe (84) mengklaim telah secara mutlak memenangkan pemilihan presiden meskipun hasil pemlihan tersebut belum diketahui. Tsvangirai yang menolak undangan menghadiri pelantikan Mugabe, menerangkan rencananya untuk meminta para pemimpin Uni Afrika dalam rapat di Mesir Senin (30/6) agar tidak mengakui pemilihan presiden Zimbabwe putaran kedua.

Sumber :
AP