Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 18:35 WIB
Sirkus Perkusi, Magnet UrbanFest
Yurnaldi | Minggu, 29 Juni 2008 | 14:24 WIB
|
Share:

Laporan Wartawan Kompas, Yurnaldi

JAKARTA, MINGGU -Sirkus Perkusi, Magnet UrbanFest Siang Hari Arena UrbanFest 2008, di Pantai Carnaval Ancol, Jakarta, Minggu (29/6) siang, walau belum begitu ramai pengunjung, namun berbagai acara tetap jalan.

Pertunjukan musik di panggung utama dan panggung di jalan, tetap beraks, tampil silih berganti setiap 15 meniti. Karena banyak pilihan, penonton cenderung berlama-lama di lokasi pertunjukan yang menurut mereka lebih menarik. Salah satu yang menarik menurut sejumlah pengunjung adalah pertunjukan kelompok musik Sirkus Perkusi. "Syair-syair yang dibawakan vokalisnya bagus dan musik perkusinya pun enak di dengar," kata Lestari, pengunjung UrbanFest 2008.

Saking sukanya dengan warna musik Sirkus Perkusi, ada penonton yang masuk panggung untuk berfoto dcengan personil Sirkus Perkusi yang lagi tampil atraktif. Sebuah bentuk apresiasi yang spontan dari pengunjung. Puluhan pengunjung lain tampak sibuk mengabadikan kelompok musik perkusi ini dengan video dan kamera.

Dengan detail, instrumen "unik" Sirkus Perkusi diambil gambarnya. Ada jerigen minyak, ada kuali bolong, ada panci, ada drum minyak, ada akar bambu yang dilubangi, ada botol air mineral berisi beras, ada drum air, dan ada botol-botol infus kosong yang berlantungan. Pokoknya unik. "Di balik keunikan peralatan yang digunakan, nada-nada yang dihasilkan terdengar enak di telingga. Apalagi suara vokalisnya," ujar Mira, pengunjung UrbanFest.

Barangkali, karena alasan itu, pengamatan Kompas sejak Sabtu dan Minggu (28-29/6) setiap kali Sirkus Perkusi tampil, penonton selalu menggerubuti panggung. Tampaknya, Sirkus Perkusi menjadi magnet pertunjukan musik siang hari.

Vokalis Sirkus Perkusi, Edi Bonetsky, yang ditemui usai pertnjukan mengatakan, jika Sabtu ia bisa tampil dalam tiga sesi masing-masing berdurasi 15 menit, maka Minggu ia dapat jatah empat sesi. "Kemarin kita tampil sekaligus dengan performance art. Sirkus Perkusi memadukan musik dan seni lainnya. Bahkan, juga sekaligus menjual baju kaos bertuliskan Sirkus Perkusi, yang hanya disablon dua buah. Jadi desainnya eksklusif, tidak dicetak banyak. Kita setiap pertunjukan juga menawarkan sesuatu kalau ingin kenang-kenangan," jelas Edi, yang sedikitnya telah menciptakan 30 lebih lagu-lagu.

Karena jadi salah satu magnet di UrbanFest 2008, oleh panitia UrbanFest, untuk pagelaran budaya UrbanFest 2009, ia diminta tampil di panggung utama. "Kita dikasih tahu, UrbanFest tahun depan tampil di panggung utama, tak lagi di panggung jalanan," katanya.

Sirkus Perkusi yang berasal dari Kota Tangerang, Banten, ini juga dapat stand untuk pameran produksi barang-barang olahan nonorganik. "Kita tampil di pentas jalanan tak dibayar, makanya untuk transportasi, kita dikasih panitia stand untuk pameran," tambah Edi.