Laporan Wartawan Kompas Agustinus Handoko
BOGOR, SABTU - Pesawat CASA 212 A-2106 TNI AU yang dinyatakan hilang pada Kamis (26/6), ditemukan dalam kondisi hancur di Gunung Salak, Kabupaten Bogor pada ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut. Pesawat tersebut hancur setelah menabrak pohon dan tebing.
Saat dilihat pada Sabtu (28/6), pesawat sudah tak berbentuk lagi. Serpihan-serpihan pesawat tersebar dalam radius 300 meter dari pusat tabrakan. Jika melihat kondisi sekitar tempat kejadian, bagian kiri CASA 212 terlebih dahulu menabrak beberapa pohon sebelum akhirnya menghantam sebuah pohon besar. Setelah menghantam pohon, CASA juga menghantam tebing sebelum akhirnya berhenti.
Bagian-bagian pesawat tercerai-berai usai kecelakaan. Badan pesawat ada di dekat pohon yang baru saja ditabrak, sedangkan bagian moncong dan mesin terlempar ke bibir tebing.
Sementara itu, proses evakuasi jenazah para penumpang terus berlangsung. Anggota Paskhas TNI Angkatan Udara bersama relawan memasukkan mayat ke kantong. Sejauh ini, evakuasi jenazah dari tempat kecelakaan memiliki dua opsi yakni diangkut melalaui jalan darat dan diangkut menggunakan helikopter. Helipad darurat sudah dibuat di bagian bawah tebing. Namun, kabut tebal menyelimuti Gunung Salak sehingga opsi penggunaan helikopter belum diambil.

