Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 06:34 WIB
Kehilangan Kredibilitas, Mugabe Tetap Gelar Pemilihan Presiden
Jimmy Hitipeuw | Jumat, 27 Juni 2008 | 22:33 WIB
|
Share:

GETTY IMAGES/MAX NASH
Seorang demonstran yang mengenakan topeng Presiden Robert Mugabe berunjuk rasa dI depan kantor Kedutaan Besar Zimbabwe di London, 27 Juni 2008, untuk mengejek pemilihan umum putaran kedua Zimbabwe dengan kandidat tunggal presiden Zimbabwe tersebut.

TERKAIT:

HARARE, JUMAT -  Pemimpin oposisi Zimbabwe Morgan Tsvangirai masih membuka diri terhadap kemungkinan dibentuknya perundingan. Keterangan itu disampaikan Tsvangirai walaupun ia menerangkan kemungkinan perundingan itu telah diperkeruh oleh kenyataan berlangsungnya pemilihan putaran kedua yang dinilai telah kehilangan legitimasi.

Keterangan itu disampaikan oleh Morgan Tsvangirai kepada beberapa wartawan di kediamannya di Harare saat pemilihan presiden putara kedua yang diboikotnya berlangsung Jumat (27/6) ini. Tsvangirai mengundurkan diri dari pemilihan presiden putaran kedua untuk bersaing dengan Presiden Robert Mugabe setelah pemilihan itu dibayangi oleh aksi kekerasan dan intimidasi.

Tsvangirai kembali menyerukan para pemimpin Afrika agar membantu warga Zimbabwe bersatu untuk membentuk pemerintah koalisi sementara . Polisi paramiliter dan sejumlah milisi partai berkuasa berpatroli di ibukota Zimbabwe, Harare, dan mengawal para pemberi suara ke kotak-kotak suara Jumat ini untuk mengikuti pemilihan presiden yang telah didiskreditkan oleh beberapa negara tersebut. Presiden Robert Mugabe merupakan kandidat tunggal dalam pemilhan presiden yang diperkirakan hanya menenggelamkan Zimbabwe ke dalam krisis politik yang lebih buruk.

Sumber :
AP