Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 06:26 WIB
Sharapova Disingkirkan Petenis Peringkat 154
| Jumat, 27 Juni 2008 | 01:33 WIB
|
Share:

LONDON, KAMIS - Pupus sudah harapan Maria Sharapova meraih kembali gelar grand slam Wimbledon yang direbutnya tahun 2004 setelah dikalahkan rekan senegaranya, Alla Kudryavtseva. Juara Australia Terbuka itu menyerah dua set langsung 6-2 6-4 di putaran kedua, Kamis (26/6) waktu setempat.

Dalam pertarungan selama satu jam 23 menit di Lapangan 1 All England Club di Wimbledon, London, tersebut, Maria sama sekali tak dapat mengembangkan permainan di set pertama. Sebaliknya, Kudryavtseva yang hanya berperingkat ke-154 justru mampu menekan unggulan ketiga tersebut dengan pukulan-pukulan penuh tenaga.

Sharapova yang bulan lalu dikalahkan Dinara Safina di putaran keempat Prancis Terbuka sudah tampil buruk sejak awal pertandingan. Servis keras yang biasanya menjadi andalan petenis cantik berusia 21 tahun itu gagal menembus pertahanan Kudryavtseva. Ia hanya dapat menyelamatkan  break point bagi lawannya saat memegang servis untuk kedua kalinya. Di game keenam, juara tiga kali grand slam itu malah tiga kali melakukan double fault yang membuat lawannya unggul 4-2.

Sementara itu, Kudryavtseva justru unggul dengan pukulan groundstroke yang keras sehingga membuat Sharapova makin kesulitan memojokkannya ke belakang lapangan. Ini menambah kepercayaan diri pemain 20 tahun tersebut.

Di set kedua, Sharapova mencoba bangkit dan langsung mematahkan servis lawannya di game pertama. Namun, ia lagi-lagi membuat kesalahan ganda dan harus menyerahkan game berikutnya kepada lawan. Ia kembali melakukan double fault di game ke-10 dan membuat lawannya meraih match point.

Hasil tersebut merupakan prestasi terburuk Sharapova yang menjadi juara Wimbledon pada tahun 2004 saat masih berusia 17 tahun. Pasalnya, dalam lima kali penampilannya di turnamen ini, empat kali dia selalu dapat menembus babak keempat (perdelapan final).

Ini juga menjadi hasil terburuk si cantik asal Rusia tersebut selama tampil di Grand Slam sejak tahun 2003. Ketika itu, dia tersingkir di putaran pertama Australia dan Perancis Terbuka, serta hanya menembus putaran kedua Amerika Serikat Terbuka.

Sedangkan bagi Kudryavtseva, inilah prestasi terbaiknya sebab baru kali inilah ia menembus putaran ketiga dengan dua kali kemenangan. Di putaran ketiga, Kudryavtseva akan bertemu petenis China, Shuai Peng. (LHW)

Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS/EDGE/3G network